Waspada DBD

Pasien DBD Meningkat, Stok Darah di PMI Masih Aman

Jika dalam tiga bulan tidak mendapat SMS, berarti darahnya tidak sehat.

Pasien DBD Meningkat, Stok Darah di PMI Masih Aman
TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
PMI Bank Darah Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Jumlah stok darah di PMI Bank Darah Kota Bogor saat ini masih aman, meski di beberapa daerah Kota dan Kabupaten Bogor penderita DBD meningkat.

"Alhamdulillah sejauh ini sih masih aman, yang donor juga banyak. Kami belum kekeurangan stok," kata bagian Administrasi PMI Bank Darah Kota Bogor, Ade Suwarna, kepada TribunnewsBogor.com.

Dia menjelaskan, berdasarkan data, stok darah di PMI saat ini, sebanyak 553 kantung darah.

"Sebanyak 428 kantung darah sehat tanpa dikurangi stok emegency, dan 125 kantung darah yang masih dalam masa karantina," urainya.

Untuk memenuhi kebutuhan darah, kata dia, pihaknya setiap hari keliling ke perumahan, perusahaan dan gereja.

"Alhamdulillah 200 kantung darah masih kekejar. Untuk yang datang ke sini saja, sekitar 40 darah setiap hari," kata dia.


TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti

"Alhamdulillah untuk di Bogor kesadarannya untuk melakukan donor darah masih tinggi," kata dia.

Dari jumlah stok darah yang ada, kata dia, melayani permintaan tidak hanya dari wilayah kota, tapi juga dari Kabupaten Bogor.

"Selain yang di Kota Bogor, ada RSUD Ciawi, RSUD Cibinong, dan RS Paru Cibereum juga ambilnya dari sini. Kita juga sering ambil darah di perusahaan di Cileungsi," tuturnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya sudah memiliki banyak pendonor tetap, yang rutin donor darah setiap tiga bulan sekali.

"Setelah donor itu kan kemudian darahnya dikarantina dulu untuk cek lab. Kalau darahnya sehat, tiga bulan kemudian di SMS pendonornya, mengingatkan sudah waktunya mendonor," ujarnya.

Jika dalam tiga bulan tidak mendapat SMS, berarti darahnya tidak sehat, ada reaksi dengan suatu penyakit, sehingga tidak bisa didonorkan.

"Tetap boleh donor, tapi bayar kantung darah sekitar Rp 75 ribu. Karena darah yang didonorkan tidak bisa dipakai," tandasnya.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved