Tewas Usai Ngopi
Makam Wayan Mirna Belum Dikunjungi Keluarga, Ini Kondisinya
Di bagian ujung pinggiran makam disangga oleh tumpukkan bata merah.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Setelah tiga pekan dikebumikan, makam Wayan Mirna Salihin belum lagi dikunjungi sanak keluarga.
Jenazah Mirna dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Gadung, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor Jawa Barat pada Minggu (10/1/2016).
Kondisi makam Mirna masih tak jauh berbeda pada saat hari pemakaman.
Pusaranya masih terbuat dari kayu berbentuk salib.
Gundukan tanah diatas makam berukuran sekitar 2x4 meter ini ditanami rumput hijau.
Di bagian ujung pinggiran makam disangga oleh tumpukkan bata merah.
Karangan bunga juga tak terlihat di makam Mirna.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Jenazah Mirna dimakamkan di dekat makam nenek dan keluarga lainnya.
Menurut salah seorang pengurus makam yang enggan disebutkan namanya menuturkan semenjak dimakamkan, belum ada sanak keluarga yang datang ke makam Mirna.
"Sampai sekarang belum ada yang datang. Saya juga gak tau kenapa," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (30/1/2016).
Lanjutnya, ia juga belum menerima informasi dari keluarga terkait kapan makam Mirna akan diperbagus.
Seperti diketahui, Mirna tewas setelah menenggak kopi di Cafe Olivier, West Mall Grand Indonesia pada Rabu, (6/1/2016).
Ia tewas karena kopi yang diminumnya mengandung racun sianida.
Rekan Mirna yang memesan minuman kopi tersebut, Jessica kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polda Metro Jaya.
Penuh Haru saat Pemakaman
Wayan Mirna Salihin (27), perempuan yang tewas usai minum kopi telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Gunung Gadung, Kelurahn Genteng, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/1/2015).
Jenazah tiba pukul 12.00 WIB dan dibawa dengan menggunakan peti berwarna putih, Minggu (10/6/2016).
Dengan mengenakan baju serba putih, keluarga Mirna turut mengiringi pemakaman.
Suasana haru terasa ketika keluarga dan rekan Mirna menyanyikan lagu pujian sebelum peti dimasukkan ke liang lahat.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Beberapa diantaranya tak kuasa menahan tangis saat lagu dinyanyikan.
Keluarga dan kerabat Mirna menangis saat peti berwarna putih dimasukkan ke liang kubur.
Tak terkecuali kembaran Mirna, Sendy Salihin yang histeris saat pemakaman berlangsung.
Sendy yang mengenakan kemeja putih tampak berlinang air mata, sambil dibopong oleh keluarganya.
Karangan bunga memenuhi di sekeliling makam Mirna.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Ayah Wayan Mirna: Dia Itu Jarang ke Dokter, Lebih Kuat Dari Kembarannya
Kepergian Wayan Mirna Salihin (27), perempuan yang tewas usai minum kopi meninggalkan kesedihan mendalam pada keluarganya.
Mirna telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Gunung Gadung, Kelurahn Genteng, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/1/2015).
Ayah Mirna, Dermawan Salihin mengatakan, Mirna merupakan orang yang jarang sekali sakit.
"Dia itu jarang ke dokter, dia lebih kuat dari kembarannya," katanya kepada TribunnewsBogor.com.
Lanjutnya, selama hidup, Mirna dikenal sebagai sosok yang keras.

Mirna juga baru menikah beberapa bulan lalu di Bali.
"Dia baru married dengan Arif, dan sama Arif, dia bisa nurut dan bisa lebih baik. Saya bergembira saat itu. Tapi nasib berkata lain," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/makam-mirna-1_20160131_153249.jpg)