Ikan Segede Manusia Milik Warga Sleman Mati, Dagingnya Dibagikan Satu Kampung

"Jarang dibersihkan lalu ternyata filter untuk air kolam rusak."

Editor: Suut Amdani
TRIBUNJOGJA.COM | Gilang Rabani
Ikan raksasa milik Muhammad Idris (55) di Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman, mati Senin (8/2/2016). Ikan itu berasal dari Sungai Amazon Brazil. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ikan raksasa segede manusia milik Muhammad Idris (55) di Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman, akhirnya mati Senin (8/2/2016) siang.

Dua ikan asal Sungai Amazon Brazil yang dinamai Paimo itu mati dikarenakan terserang jamur.

"Kolamnya kotor sehingga Paimo sejak kamis terkena jamur dan pagi ini sekitar jam 10.00 WIB sudah mengambang, baru disusul satu lagi mati sekitar pukul 12.00 WIB," ujar Idris.

Sempat diberi pertolongan dengan diberi garam krosok, namun ikan yang mempunyai panjang sekitar 2,5 meter itu akhirnya menemui ajalnya di kolam akuarium berukuran 4 meter kali 9 meter dengan kedalaman 3,5 meter.

Penjaga kolam, Muhammad Alwi (20) menuturkan bahwa kolam ikan Paimo memang jarang sekali dikuras.

"Jarang dibersihkan lalu ternyata filter untuk air kolam rusak, sehingga sirkulasi airnya jelek. Akhirnya tumbuh jamur," ujar Alwi.

Setelah dipastikan mati, akhirnya dua ekor yang mempunyai nama asli Arapaima ini digotong keluar kolam untuk disembelih.

"Satu ikan kita sembelih lalu dibagi-bagikan ke warga. Kalau di Brazil sana, dagingnya dikonsumsi dan dijual mahal," kata Idris. Daging ikan Arapaima ini rupanya bertekstur cukup keras seperti daging sapi.

Sangat disayangkan, satu diantara Paimo yang mati ternyata dalam kondisi mengandung.

"Kita tahunya pas dibelah perutnya keluar banyak telurnya" ujar Alwi.

Idris menjadi buah bibir sejak beberapa tahun silam karena mengenalkan ikan amazonnya ke publik.

Ia lalu membangun akuarium di rumahnya setinggi hampir dua lantai dan menjadikan tempat wisata mini bagi desa Plosokuning.

Waktu itu, kabar ikan raksasa milik Idris bergaung hingga masyarakat baik dari wilayah Minomartani hingga luar daerah berbondong-bondong ingin melihatnya dengan rasa penasaran.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved