Berjualan Wajan Belasan Tahun, Pria Ini Bisa Berangkat Haji, Berikut Kisahnya
Sudah sejak tahun 2000 Omang berjualan wajan di trotoar Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Kayu Manis.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSEREAL - Kerja keras seorang Omang (68) penjual wajan di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor patut menjadi teladan.
Pasalnya, dari hasil berjualan wajan ini, Omang bisa berangkat ke tanah suci.
Ditemui di lapak dagangannya, Omang pria yang sudah tak muda lagi itu sedang menunggu pembeli.
Sudah sejak tahun 2000 Omang berjualan wajan di trotoar Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Kayu Manis.
Menurut cerita Omang, dulunya ia berjualan berkeliling ke kampung kampung sambil membawa pikulan
"Baheula mah dagang di pikul ka kampung kampung, (Dulu jualan di pikul ke kampung kampung)," ujarnya sambil terbata bata.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Omang kini yang sudah berusia lanjut hanya berdagang di sisi Jalan.
Meski tidak seperti dulu namun ia mensyukuri penghasilannya saat ini
"Baheula mah loba nu meuli, tapi kadieu kadieu mah sepi, namana oge dagang, (dulu banyak yang beli, tapi sekarang sepi, Namanya juga berdagang)," ucapnya.
Dari hasil jerih payahnya berjualan wajan, Omang akhirnya bisa berangkat pergi ke Haji ke Tanah Suci.
"Nya Alahamdulillah dagang mikul bisa naek haji, (Alhamdulullah dulu dagang ngumpulin uang sedikit sedikit bisa naik haji.)," ujarnya
Wajan yang di jual oleh haji Omang bervariasi, mulai dari yang berukuran kecil hingga yang besar.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Untuk satu buah wajan kecil ia menjualnya dengan harga Rp 100 ribu dan untuk yang paling besar bisa mencapai harha Rp 1,5 juta.
Haji Omang tidak membuat wajannya sendiri melainkan membelinya dari pengerajin.
Biasanya saat ini dalam sebulan Haji Omang hanya mampu menjual tiga hingga lima wajan saja.
"Ayeuna mah sepi, paling saminggu ge ngan hiji atau dua, (sekarang sepi seminggu paling laku satu atau dua)," ucapnya.
Namun meski demikian Haji Omang tetap mensyukuri dan menjalani usahanya.
"Di Syukuri wae nu penting halal, (Sekarang di syukuri aja, yang penting halal)," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/penjual-wajan-1_20160209_173623.jpg)