Lihat Apa Yang Dilakukan Pria Ini Saat Cintanya Ditolak, Menyeramkan!
Bahkan bagian dada dan tangan kiri pria tersebut juga tampak berdarah.
Penulis: Noor Hendy Dinata Poetra | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Pada wanita, neuropati bisa menyebabkan keputihan akibat infeksi jamur, vagina kering, dan juga nyeri.
Kondisi ini tentu membuat seorang wanita malas berhubungan seksual.
Sementara itu pada pria kondisi tersebut membuat disfungsi ereksi atau ketidakmampuan mendapatkan ereksi.
Pada pasien diabetes, disfungsi ereksi dapat terjadi pada usia yang relatif muda tanpa sebab lain, dan makin cepat terjadi apabila gula darah tinggi, serta ada kebiasaan merokok.
"Kalau gula darahnya terkontrol baik, kadar kolesterol dan juga tekanan darahnya baik, maka tidak ada perbedaan dengan orang yang normal," kata Agung.
Data dari International Diabetes Federation menyebutkan bahwa pada 2030 akan ada 11,8 juta penduduk Indonesia yang menderita diabetes.
Angka itu naik hampir dua kali lipat dari angka 7,6 juta jiwa yang tercatat pada 2013 lalu.
Diabetes atau kencing manis atau diabetes mellitus merupakan kelainan sistem insulin karena berlebihnya kadar glukosa di dalam darah.
Orang seringkali mengabaikan faktor risiko ini dalam dirinya.

shutterstock
Ilustrasi
Dilansir dari Kompas.com, berikut tiga ciri yang sering dianggap tak penting tapi sangat memicu diabetes dan perlu diperhatikan serius. Simak berikut ini:
1. Sering buang air kecil
Salah satu ciri gejala diabetes yang perlu diperhatikan adalah aktivitas poliuri atau sering buang air kecil dengan volume yang banyak, apalagi di malam hari.
Hal tersebut disebabkan oleh kadar gula yang melebihi nilai ambang ginjal atau lebih dari 180 mg/dl, kemudian gula akan keluar bersama urine.
Guna menjaga agar urine yang mengandung gula keluar, tubuh akan menarik air sebanyak mungkin ke dalam urine sehingga volume urine keluar banyak.
Aktivitas tersebut terbilang akan sangat sering terjadi, bahkan bisa mengganggu tidur di malam hari.
2. Cepat lapar
Poliphagia adalah kondisi seseorang mengalami rasa lapar berlebihan.
Penyebabnya adalah kurangnya insulin untuk memasukkan gula ke sel membuat otot dan organ melemah sehingga tubuh kehabisan energi.
Pada waktu bersamaan, otak akan mengira kekurangan energi tersebut karena kurang makan sehingga tubuh berusaha meningkatkan asupan makanan dengan mengirimkan sinyal lapar.
Sementara itu, kadar gula darah yang tinggi sesudah makan dapat memicu timbulnya komplikasi makrovaskuler (gangguan jantung dan pembuluh darah).
Banyak penyandang diabetes meninggal karena komplikasi jantung dan pembuluh darah.
3. Sering merasa haus
Satu dari ciri utama diabetes adalah Polidipsi atau sering kali merasa haus.
Perasaan dehidrasi ini membuat orang ingin minum sebanyak-banyaknya yang kemudian berdampak pada banyaknya urine yang keluar.
Selain itu, sering merasa haus membuat orang ingin selalu minum yang dingin, manis, segar, dan banyak.
Padahal, minuman manis akan sangat merugikan karena membuat kadar gula semakin tinggi.
Pada dasarnya, bila diabetes bisa didiagnosis sejak dini, kesempatan mengendalikan gula darah akan lebih baik sehingga komplikasi dapat dihindari.
Untuk mencegahnya, Anda perlu mendeteksi kadar gula darah secara berkala.
Hal itu sangat penting agar penanganan diabetes dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Pendeteksian terhadap diabetes, yang utama, memang dari hasil pemeriksaan gula darah.
Kadar gula darah setelah Puasa di atas 126 dan gula darah dengan pemeriksaan sewaktu-waktu di atas 200 masuk kategori diabetes.
Saat ini, seiring perkembangan teknologi, pemeriksaan kadar gula darah sudah bisa dilakukan secara mandiri.
Anda bisa melakukan tes sederhana menggunakan alat uji gula darah mandiri.
Faktanya, gejala seseorang yang mengalami gula darah tinggi atau hiperglikemia bisa jadi dirasakan.
Namun, justru banyak pula pasien diabetes melaporkan mereka tidak menyadari sama sekali.
Untuk itulah, jika tidak diukur dan melakukan tes berkala, kondisi hiperglikemia ekstrim berpotensi menimbulkan ketoasidosis yang bisa mengakibatkan koma pada pasien.
Obat Luka Diabetes dari Pen Cumi dan Ikan Inovasi Mahasiswa IPB
Dua mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Institut Pertanian Bogor (IPB), membuat inovasi krim penyembuh luka diabetes dari pen cumi dan ikan.
Krim penyembuh luka diabetes hasil inovasinya itu, diberi nama Diabetrin.
Kedua mahasiswa tersebut yakni Wekson Bagariang (THP 48), dan Kaisar Akhir (ITK 48).
"Diabetrin ini, diharapkan bisa membantu penyembuhan luka diabetes yang dialami para penderita diabetes secara efektif dan halal," kata Wekson Bagariang dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com, Kamis (26/11/2015).
Bioproduk kesehatan ini, diikutkan dalam ajang lomba Inovasi IPTEK Pemuda Nasional 2015, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.
"Alhamdulillah dari 145, kita masuk finalis dalam 30 besar," kata dia.
Hasilnya, hasil inovasi itu meraih hadiah Rp10 juta rupiah dari Kemenpora RI, sebagai finalis Inovasi IPTEK Pemuda Nasional 2015.
Ke depannya, kata dia, diabetrin akan dilakukan uji klinis dan uji coba pasar dimulai dari wilayah Kabupaten Bogor.
"Lalu pemasaran ke wilayah Jabodetabek hingga seluruh Indonesia sebagai bioproduk kesehatan unggulan bangsa Indonesia dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),' ujarnya.
Dia mengatakan, diabetrin diyakini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, khususnya nelayan, dan pedagang ikan, karena limbahnya akan memiliki nilai tambah.
"Selain itu tentunya akan mengurangi pencemaran lingkungan perairan dari limbah perikanan,' kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ditolak-wanita_20160214_171619.jpg)