Cap Go Meh 2016

Barong Landung, Legenda Budaya Bali-Tionghoa Ikut Pawai Cap Go Meh 2016

Barong Landung ini merupakan kesenian perpaduan antara budaya Bali dan Tionghoa.

Barong Landung, Legenda Budaya Bali-Tionghoa Ikut Pawai Cap Go Meh 2016
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Barong Landung ini merupakan kesenian perpaduan antara budaya Bali dan Tionghoa. 

Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pagelaran Pesta Rakyat Cap Go Meh 2016 tak hanya diisi oleh kebudayaan dari warga Tionghoa saja, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satunya, kesenian Barong Landung Bali.

Barong Landung ini merupakan kesenian perpaduan antara budaya Bali dan Tionghoa.

Barong Landung Bali ini berbentuk seperti ondel-ondel.

Sepasang barong, yakni Jaya Pangus berwarna hitam dan Kang Cing Wi yang berwarna putih.

Pemain Barong Landung dari Rumah Topeng dan Wayang Setiadarma, Kadek Putra mengatakan dua Barong Landung tersebut merupakan perwujudan dari legenda soal seorang putri keturunan Tionghoa yang menikah dengan raja Bali.

"Sampai sekarang ada namanua Pure Balingkang di daerah Kintamani, di daerah sana memang banyak warga campuran Tionghoa dan Bali," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (22/2/2016).

Lanjutnya, ia dan grupnya baru pertama kali tampil di acara Festival Cap Go Meh.

Mereka datang dari Bali ke Bogor khusus untuk mengikuti Cap Go Meh ini.

Ia menerangkan, berat Barong Landung ini sampai lima kilogram (kg).

Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved