Gerakan Kantong Plastik Berbayar

Pembelian Kantong Plastik Rp 200 akan Dialokasikan untuk Lingkungan

Gerakan ini adalah untuk mengurangi pemakaian kantong plastik, bukan plastik berbayar

Tayang:
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vovo Susatio
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya berbelanja dengan membawa tas sendiri ketika melakukan sosialisasi penggunaan tas belanja dan plastik berbayar pada beberapa tempat perbelanjaan di Bogor, Minggu (21/2/2016) pagi. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, uang Rp 200 untuk pembelian kantong plastik akan dialokasikan pihak perusahaan ritel untuk kepentingan lingkungan hidup.

"Uangnya nanti masuk perusahaan ritel masing-masing, kemudian disalurkan dalam bentuk CSR," kata Bima Arya kepada TribunnewsBogor.com.

Namun, bentuk CSR seperti apa, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih harus melakukan pembicaraan mendalam.

"Ini akan terus berlanjut prosesnya, Rp 200 ini penyalurannya kemana, masih akan kita bahas secara matang lagi," ujarnya.

Bima mengatakan, melalui gerakan pembelian kantong plastik saat berbelanja ini, pihaknya ingin mendorong agar masyarakat, bukan hanya sekedar membayar plastik Rp 200, tetapi juga menyiapkan kantong ramah lingkungan.

"Karena itu yang lebih penting. Nah sudah ada perusahaan yang menyanggupi, ada juga yang belum," jelasnya.

Bima juga mengatakan, Pemkot Bogor sudah bertemu seluruh pengusaha ritel di Kota Bogor dan penerapan gerakan mengurangi limbah plastik ini juga sudah disepakati secara nasional.

"Bahkan angka Rp 200 itu juga sudah disepakati secara nasional. Bandung yang menerapkan Rp 500 saja, kembali lagi ke Rp 200," kata Bima.

Ia mengatakan, pemerintah pusat tidak ingin penerapan kantong plastik berbayat ini malah menjadi kepentingan komersil.

"Makanya disepakati angka Rp 200, yang kemudian akan dievaluasi selama tiga bulan," kata Bima Arya.

Dia mengaskan, inti penting gerakan ini tidak boleh direduksi seolah-olah hanya sekedar gerakan membeli kantong plastik.

"Gerakan ini adalah untuk mengurangi pemakaian kantong plastik, bukan plastik berbayar," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved