Bogor Banjir dan Longsor

Drainase Buruk, Dua Kecamatan di Kota Bogor Ini Rawan Kena Banjir

Bogor Utara dan Bogor Tengah paling rawan banjir.

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Suut Amdani
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, tergenang air saat turun hujan deras. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Dua Kecamatan di Kota Bogor jadi langganan banjir, buruknya sistem drainase dan penyempitan sungai jadi penyebab utamanya.

Masih tingginya curah hujan di Kota Bogor, membuat beberapa wilayah pemukiman teredam air.

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Ganjar Gunawan, Kecamatan paling potensi Bogor Utara dan Bogor Tengah.

"Di wilayah Bogor Utara seperti di Kelurahan Cibuluh, Tegal Gundil, Bantar Jati," kata Ganjar saat ditemui TribunnewsBogor.com di lokasi longsor, Bubulak, Bogor Barat, Senin (29/2/2016).

"Di Tanah Sareal di Perumahaan Taman Sari Persana, Cibadak sama Sukaresmi," terang Ganjar.

Sedangkan di wilayah tengah di antaranya kelurahan Babakan dan Tegal Lega.

Banjir terjadi di wilayah yang memiliki sistem drainase yang buruk serta terjadinya penyempitan dan pendangkalan sungai.

"Kaya misal kejadian kemari Minggu (28/2/2016), Taman Sari Persada kan drainasenya buruk, di Sukaresmi karena ada penyempitan sungai, Keluarahan Margajaya juga penyempitan sungai, terus Cibuluh juga demikian," kata Ganjar.

Saat ini, BPBD Kota Bogor sendiri, tidak memiliki kewenangan untuk melakukan antisipasi lebih kepada masyarakat.

Antisipasi dilakukan bukan dengan cara memperbaiki atau membuat satu pencegahan dalam bentuk pembangunan.

"Pekerjaan fisik kami meneruskan laporan Lurah, lalu kami tembuskan ke dinas teknis terkait, kami harapkan itu menjadi prioritas," kata Ganjar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved