Polisi Ini Cium King Cobra, Puluhan Bekas Luka Gigitan Ada di Tubuhnya

Kini, Sapto Hadi tak segan untuk mencium kepala ular mematikan itu.

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Suut Amdani
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Sabara Polsek Bogor Timur, Aiptu Sapto Hadi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Ular king kobra dengan panjang lima meter lebih, tiba-tiba menjadi hewan jinak saat dipegang oleh anggota Sabara Polsek Bogor Timur, Aiptu Sapto Hadi.

Ular yang memiliki bisa mematikan ini, menjadi hewan yang penurut saat berada di tangan pria ini.

Bukan tanpa sebab, Aiptu Sapto merupakan pecinta hewan melata ini.

"Sejak sekolah SD saya sudah suka sekali sama ular, cuma belum tahu mana yang bahaya dan tidak," kata pria kelahiran tahun 1972 ini.

Berbagai jenis ular disukai olehnya, tapi hanya satu yang paling ditakuti, yaitu king kobra.

Hingga akhirnya, pada tahun 2007 lalu, ayah dua anak ini diajak bergabung ke dalam komunitas pecinta ular, Indonesia Cobra Show (ICS).

"Dari situ saya belajar membedakan mana ular yang berbahaya dan tidak," kata warga Asrama Polisi, Panaragan, Bogor Tengah, Kota Bogor tersebut.

Kini, Sapto Hadi tak segan untuk mencium kepala ular mematikan itu.

Tapi tetap saja untuk melakukan hal tersebut, ada tata cara yang mesti dipahami.

"Ular itu tidak punya teling, dia hanya berpatokan pada mata dan sensor gerak saja, makanya kita juga harus sangat fokus dan tenang, megangnya juga butuh kasih sayang," kata anggota yang bertugas di Pos Polisi Shangrila, Sukarasari, Kota Bogor itu.

Kecintaannya pada ular tidak diaplikasikan dengan memelihara ular yang sangat disukainya itu.

King kobra, hanya boleh dimiliki oleh komunitas saja, disimpan disuatu tempat khusus.

"Memang itu komitmen yang sudah dibuat oleh teman-teman, ini kan demi keamanan juga," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved