Buruh Cangkul Kebun di Bogor Belum Terima BLSM, Dia Bingung Anaknya tak Dapat Dana Pendidikan
Kalau di sini yang dapat bantuan malah ada warga yang punya penghasilan tetap. Warga miskin seperti saya malah banyak yang enggak dapat
Penulis: Damanhuri | Editor: Vovo Susatio
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Warga miskin yang bermukim di Babakanmadang, Kabupaten Bogor ada yang belum mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dari pemerintah.
Inah (50), warga RT 4/4, Desa Bojongkoneng. Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyebut dirinya belum merasakan bantuan sosial yang diberikan pemerintah tersebut.
Padahal, Inah membutuhkan bantuan tersebut untuk meringankan beban hidup keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya.
Ibu beranak lima ini harus bekerja keras bersama suaminya, mereka mencari nafkah menjadi buruh cangkul di perkebunan milik orang lain dengan upah sebesar Rp 50 ribu sehari.
"Itu juga kalau lagi ada yang nyuruh untuk kerja. Kalau lagi enggak ada mah ya nganggur," ujar Inah kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (13/3/2016)
Inah mengaku tidak pernah merasakan bantuan BLSM walaupun pemerintah sudah menggulirkan bantuan kepada warga miskin akibat dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut sejak beberapa tahun lalu.
"Kalau di sini yang dapat bantuan malah ada warga yang punya penghasilan tetap. Warga miskin seperti saya malah banyak yang enggak dapat," kata Inah.
Inah juga merasa banyak program pemerintah untuk warga miskin tidak dirasakan masyarakat yang bermukim di daerah tersebut, seperti BPJS, BLSM ataupun dana pendidikan untuk sekolah anak-anaknya.
"Saya juga bingung, yang anaknya belum sekolah malah dapet bantuan buat pendidikan, kalau yang anaknya masih bersekolah malah engga dapat," kata Inah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/blsm-bantuan-langsung-sementara-masyarakat_20160313_162717.jpg)