Kota Bogor Satu Arah

Sistem Satu Arah Mengurangi Macet, Pemkot Bogor tak Perlu Repot Membangun Jembatan Penyeberangan

Kalau searah jarum jam, turun mobil langsung sebelah kiri, masuk ke kantor itu, tidak perlu dipusingkan dan jalan-jalan itu diwarnai dengan jembatan

Tayang:
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Vovo Susatio
Ist
Grafis rute rencana jalan sistem satu arah di Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pemerintah Kota Bogor bermaksud mempercepat pelayanan masyarakat dalam penerapan perubahan arus lalulintas di seputar Kebun Raya Bogor, bukan sekedar mempercantik tata kota.

Walau menuai polemik di tengah masyarakat, Pemerintah Kota Bogor tetap melanjutkan rencana penerapan arus lalulintas Sistem Satu Arah (SSA) di pusat kota ini.

"Hampir seluruh pelayanan, baik pemerintah, bisnis, pendidikan ada di sebelah kiri, dengan diterapkannya ini akan sangat mempercepat pelayanan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Syarip Hidayat, dihadapan wartawan, Minggu (13/3/2016).


TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Sekda Kota Bogor Ade Syarip Hidayat mengikuti pertemuan dengan wartawan, Minggu (13/3/2016)

Penerapan SSA searah jarum jam di seputar Kebun Raya Bogor, membuat angkutan umum berhenti di sebelah kiri.

Dengan begitu, Pemkot Bogor tidak perlu lagi membangun jembatan penyeberangan bagi warga agar bisa mencapai pusat pelayanan masyarakat tersebut.

"Kalau searah jarum jam, turun mobil langsung sebelah kiri, masuk ke kantor itu, tidak perlu dipusingkan dan jalan-jalan itu diwarnai dengan jembatan," kata Ade.

Penerapan SSA rencananya diberlakukan mulai pukul 00.00 WIB tanggal 1 April 2016 mendatang.

Imbasnya mencakup waktu tempuh perjalanan seputar kawasan ini, hingga perubahan rute angkutan umum.

Menurut Ade, pemberlakuan perubahan arus ini juga untuk menyokong pembangunan pedestrian di seputar Kebun Raya Bogor yang saat ini sudah berjalan tahapan pembangunannya.

"Bisa terbayang jika tidak diberlakukan satu arah, macetnya akan sangat luar biasa," ujar Ade.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved