Bogor Banjir dan Longsor
Bogor Rawan Longsor dan Banjir, BPBD Pertanyakan Fungsi SKPD Teknis Tak Bergerak
68 Kelurahan di Kota Bogor rawan longsor dan dua kecamatan jadi langganan banjir.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Ketua Pelakasana BPBD Kota Bogor, Ganjar Gunawan mengatakan 68 Kelurahan di Kota Bogor rawan longsor dan dua kecamatan jadi langganan banjir.
Untuk itu, dirinya mempertanyakan fungsi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Menghadapi musim hujan sejak tiga bulan lalu, BPBD Kota Bogor gencar melakukan antisipasi bencana dengan melakukan imbauan dan koordinasi kepada masyarakat.
Dari data yang dimiliki oleh BPBD Kota Bogor, dari enam kecamatan dan 68 kelurahaan di Kota Bogor, sebagian besar merupakan daerah rawan longsor.
Kecamatan Bogor Selatan berdasarkan kejadian bencana yang terjadi, merupakan wilayah paling rawan.
Sedangkan untuk bencana banjir berada di Kecamatan Bogor Tengah dan Utara menjadi langganan.
Melihat kecenderungan tersebut, Ganjar mengatakan bahwan saat ini pihaknya tengah memikirkan solusi untuk melakukan antisipasi bencana di wilayah yang dianggap rawan.
"Kami terus memikirikan dan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait, langkah terbaik apa yang tepat dilakukan," kata Ganjar kepada TribunnewsBogor.com, Senin (14/3/2016).
BPBD Kota Bogor melakukan antisipasi dengan himbauan sebagai langkah andalannya.
Namun, melihat intensitas bencana longsor dan banjir yang terjadi di beberapa titik pada Sabtu (12/3/2016) lalu, tindak pencegahan berupa himbauan menjadi kurang maksimal.
Menanggapi hal itu, Ganjar pun mempertanyakan kewenangan dinas terkait.
"Kewenangan pengawasan daerah bataran sungai Ciliwung Cisadane ada di PSDA, pertanyaannya, apakah mereka juga bergerak?" ucap Ganjar.