Bogor Banjir dan Longsor
VIDEO -- Rumah Ibu Tiga Anak Tersapu Banjir Sungai Cisadane, Semua Harta Bendanya Hanyut Dibawa Air
Luapan air sungai sepenuhnya merendam rumah Yani. Tembok rumah Yani jebol, harta benda di dalam rumah terbawa arus sungai.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Vovo Susatio
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH -Yani (50) tak menyangka rumahnya akan rusak berat karena tersapu banjir akibat luapan Sungai Cisadane.
Rumah Yani yang berada di bibir sungai Cisadane, Kampung Nusa Empang RT 05/06, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat ambruk pada bagian temboknya.
Harta benda milik Yani pun hanyut tersapu banjir yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.
Yani yang sedang berada di rumah bersama tiga anaknya berusaha sebisa mungkin menyelamatkan harta benda milik keluarganya.
"Saya lihat air memang sudah kena tembok, tapi belum masuk rumah. Saya masih naik-naikin barang-barang aja ke tempat lebih tinggi," kata Yani kepada TribunnewsBogor.com.
Saat sibuk mengamankan harta bendanya, tetangga Yani berteriak-teriak, mengingatkan ketinggian air Sungai Cisadane semakin naik.
Yani dan anak-anaknya pun bergegas menyelamatkan diri, mengungsi ke tempat lebih tinggi.
Air pun dengan cepat menggenangi rumah-rumah warga, bahkan mencapai sekitar dua meter.
Rumah Yani berada di daerah paling bawah dibanding rumah warga lainnya, genangan air pun tak pelak sampai menyentuh genteng tempat tinggal Yani.
Luapan air sungai sepenuhnya merendam rumah Yani.
Tembok rumah Yani jebol, harta benda di dalam rumah terbawa arus sungai.
"Airnya masuk lewat rumah bagian belakang, soalnya tembok di belakang jebol. Gak lama tembok di samping rumah juga jebol gede, jadinya pada hanyut semua," tutur Yani dengan wajah muram.
Wanita yang sudah menjanda ini hanya bisa meratapi rumahnya yang rusak berat.
Sekitar pukul 20.00 WIB ketinggian air berangsur menurun.
Betapa kaget Yani ketika melihat keadaan rumahnya yang sudah berantakan.
Lumpur coklat memenuhi lantai.
Lemari, kulkas, televisi, serta perabotan lainnya sudah raib.
Air mata sempat menetes di wajahnya karena tak kuat menahan sedih.
Listrik rumahnya sengaja dimatikan agar tidak terjadi korsleting.
"Surat-surat penting, KTP, kartu keluarga, baju saya sama baju anak-anak kebawa hanyut semua. Ini saja baju saya minjem dari tetangga," ungkapnya.
Selama 34 tahun bermukim di bibir Sungai Cisadane, Yani menilai kejadian kali ini yang paling terparah.
Biasanya, luapan bajir hanya sampai depan rumah tak sampai masuk ke dalam tempat tinggalnya.
Kini, Yani dan anak-anaknya hanya bisa mengungsi ke rumah tetangganya sementara waktu.