Bogor Banjir dan Longsor
Warga Jemur Ijazah, Ini Luapan Sungai Cisadane Paling Parah
Beberapa perabotan rumahnya rusak, termasuk ijazah anak-anaknya.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Luapan air Sungai Cisadane pada kemarin malam, Minggu (20/3/2016) merupakan yang terparah terjadi di kawasan Kampung Sindangsari, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.
Luapan air masuk ke dalam rumah warga yang berada di bantaran Sungai Cisadane, bahkan hingga 50 cm.
Seperti yang terjadi pada seorang pemilik rumah, Supangat (42) yang juga ikut kebanjiran.
Rumahnya yang hanya berjarak tiga meter dari Sungai Cisadane terkena banjir hingga ke dalam rumah.
Beberapa perabotan rumahnya rusak, termasuk ijazah anak-anaknya.
"Ijazah SMP anak saya yang ketiga dan ijazah anak saya yang keempat SD. Untung gak hanyut jadi masih bisa dijemur," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (21/3/2016).

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Lanjutnya, ijazah anak ketiganya bernama Sahlan Ramelan dan ijazah milik anak keempatnya bernama Wildan Amuna kebasahan.
Saat banjir, ijazah milik anak-anaknya ini disimpan di lemari bagian bawah.
Ia sama sekali tak kepikiran karena banjir dengan cepat naik ke dalam rumah.
Akhirnya, ia menjemur jenazah milik anak-anaknya.
Beruntung kondisinya juga tidak rusak dan warha kertasnya tidak berubah.
Ia menceritakan, awalnya kondisi air Sungai Cisadane tiba-tiba naik sekitar pukul 18.00 WIB.
Padahal, saat itu sedang tidak turun hujan.
Selang 30 menit, ketinggian air meningkat dan masuk ke jalan.
Lalu, air semakin naik hingga akhirnya masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah, ketinggian air mencapai 60 cm.
"Ini baru pertama kali paling parah gini, sebelumnya sering banjir tapi cuma di jalan aja," tuturnya.