Ini 6 Tips Mudah Memilih Suspensi Aftermarket

memilih ukuran sokbreker aftermarket harus sama ukuran panjangnya dengan versi orisinal.

Penulis: Bima Chakti Firmansyah | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Doc. Facebook/NGS Batteries
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sistem suspensi sepeda motor memiliki batas usia penggantian.

Di antara tanda-tanda bahwa suspensi tersebut harus diganti adalah sepeda motor terasa limbung.

Atau tiba-tiba ”membuang” ke kanan atau kiri saat melewati jalan ”keriting”, garis kejut, atau lubang.

Gejala-gejala tersebut menunjukkan bahwa sudah seharusnya suspensi tersebut diganti.

Ketika anda akan menggantinya dengan suspensi yang orisinil maka tidak ada hal khusus yang perlu diperhatikan karena ukuran dan jenis sokbreker dijamin sama.

Masalah yang harus diantisipasi adalah sewaktu mengganti sokbreker dengan barang aftermarket.

Drangkum TribunnewsBogor.com dari laman penggemar Facebook, NGS Batteries, Selasa (22/3/2016), jelas terdapat perbedaan yang signifikan antara suspensi orisinil dan aftermarket.

Biasanya ukuran tinggi tidak sama dan kelenturannya juga berbeda.

Untuk tingkat kenyamanan suspensi aftermarket ini tergantung ukuran yang dipilih.

Terdapat beberapa pertimbangan yang harus diperhitungkan matang-matang jika mengganti suspensi aftermarket.

Salah satu tipsnya adalah memilih ukuran sokbreker aftermarket harus sama ukuran panjangnya dengan versi orisinal.

Berikut ini tips dan panduan memilih suspensi aftermarket:

1. Beli sokbreker pengganti yang sesuai dengan ukuran (panjang) aslinya. Sebaiknya beli suku cadang asli. Tapi kalau pun lebih suka model dan performa produk aftermarket, usahakan mempunyai ukuran sama untuk memudahkan pemamasangan dan tidak membuat sepeda motor jadi tak seimbang.

2. Jika beli sokbreker bekas, periksa secara teliti. Cek apakah sokbreker bekas terdapat pengelasan ulang, pengecatan ulang, pengelupasan lubang baut bawah, dan tarik-tekan apakah fungsinya normal.

3. Ketika dipasang, ukur ketinggian yang diinginkan. Sokbreker pada umumnya terdapat setelan ketinggian sekaligus jarak uliran per. Jangan terlalu tinggi karena motor akan tidak seimbang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved