Museum Ini Dulunya Pusat Pembasmi Hama Tanaman, Kini Memiliki Koleksi Badak hingga Harimau
Proses pengawetan binatang di museum ini awalnya menggunakan garam
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Museum Zoologi dulunya merupakan tempat meneliti hama tumbuhan yang kemudian berkembang sebagai Museum.
Memiliki nama latin Museum Zoologicum Bogoriense, museum ini menyimpan banyak koleksi satwa yang diawetkan.
Tujuan awalnya adalah sebagai tempat penelitian hewan, terutama hama serangga.
Hal tersebut dikarenakan pada masa pemerintahan kolonial, banyak tanaman tempah rempah yang terserang hama.
Sehingga pemerintah kolonial memanggil meneliti dari belanda.
"Dulu di sini kawasan perkebunan, saat itu pemerintahan kolonial merasa terganggu dengan hama, akibatnya tanaman rempah rempah mereka menurun hasil produksinya," ujar M.H Sinaga kepala Museum Bogor.

Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Namun lambat laun lokasi ini berubah menjadi museum.
Sebab masa pemerintahan kolonial sedikit demi sedikit mengumpulkan binatang yang hampir punah untuk diawetkan.
Sejak tahun 1894, museum ini resmi dibuka oleh Mohamad Hatta.
Proses pengawetan binatang di museum ini awalnya menggunakan garam, namun lambat laun berubah menggunakan borak.
"Dahulu kalau mengawetkan itu pakai garam, prosesnya cukup panjang," ujarnya.
Misalkan saja untuk mengawetkan seekor badak diperlukan waktu berbulan bulan.
Prosesnya mulai dari pengulitan hingga mematikan sel sel yang ada oada daging dan kulit agar tidak busuk.

Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Setelah di kuliti dan diberi pengawet, kulit badak di pakaikan kembali ketubuh badak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/museum-zoologi_20160331_164228.jpg)