Bogor Banjir dan Longsor

Banjir Surut Menyisakan Lumpur Tebal

warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Banjir di Perumahan Graha Indah, Bogor Utara menyisakan lumpur di akses jalan menuju ke rumah warga, Sabtu (2/4/2016) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Banjir yang merendam tiga kampung di Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor, Jumat (1/4/2016) kini sudah surut.

Banjir akibat luapan sungai Ciliwung merendam Kampung Pangkalan, Kampung Bebek dan Perumahan Graha Indah.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Sabtu, (2/4/2016) siang, sisa-sisa banjir seperti sampah dan lumpur masih terlihat di kampung tersebut.

Jupli satpam perumahan Graha Inda bersama warga kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang memenuhi jalan masuk ke lokasi perumahan tersebut.

"Dari pagi, kaya enggak habis- habis ini lumpurnya, tadi sama anak muda disini," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.

Saat ini warga yang rumahnya terendam banjir pun sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

Karena ketika banjir surut mereka pun langsung bergegas membersihkan rumahnya.

"Sekarang mah sudah surut, tadi malam kan langsung dibersihin sampai jam 2 pagi,"  ujar Ratna warga Kampung Bebek.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor, Jumat (1/4/2016) menyebabkan perumahan Graha Indah, Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara, Kota Bogor kebanjiran.

Ketinggian air yang merendam perumahan yang lokasinya berdekatan dengan sungai Ciliwung setinggi pinggang orang dewasa.

Air luapan sungai Ciliwung mulai masuk ke areal perumahan sekitar pukul 18.00 WIB tadi.

Seorang warga Philip (48) menjelaskan, air merendam akses jalan menuju ke perumahan.

Akibatnya warga perumahan kesulitan untuk melintas karena air cukup tinggi.

"Kita tidak melintas karena airnya cukup deras," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, di lokasi.

Sementara itu Jupli, Satpam komplek mengatakan, air tadinya hanya setinggi mata kaki namun lama kelamaan meningkat.

"Disini baru hujan, kayanya luapan dari Ciliwung," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved