Komunitas
Belajar Bela Diri Sambil Bersenang-Senang di Komunitas Capoera Alegria Bogor
Capoera, seni bela diri yang dikombinasi dengan gerakan tarian dan musik.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Seni bela diri tak harus melulu penuh dengan kekerasan.
Seperti bela diri Capoera, seni bela diri yang dikombinasi dengan gerakan tarian dan musik.
Seni bela diri dari Brazil ini banyak digemari kaum muda, tak terkecuali Kota Bogor.
Sekelompok anak muda pecinta Capoera membentuk sebuah komintas bernama Capoera Alegria.
Mereka selalu berlatih di Taman Ekspresi, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat setiap Minggu pagi pukul 09.00 WIB.

Tribunnewsbogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Di tengah taman, mereka melakukan gerakan-gerakan khas Capoera.
Asisten pelatih Capoera Alegria, Faizal Ramadan mengatakan komunitas capoera ini sudah ada sejak tahun 2006.
"Dulu awalnya berdua, Dimas dan Dio dan muridnya juga baru ada dua. Mereka tgabung di komunitas Capoera Bandung, dan kebetulan pengajarnya ada yang orang Brazil. Akhirnya mereka buat di Bogor," katany kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (10/4/2016).
Lanjutnya, nama Alegria diambil dari bahasa Brazil yang artinya bersenang-senang.
Ciri khas dari bela diri ini adalah gerakannya seperti orang sedang menari.

Tribunnewsbogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Lalu, ciri khas lainnya ialah suara musik perkusi untuk mengiringi saat melakukan gerakan capoera.
Lambat laun bela diri ini mulai digemari pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan mahasiswa.
Hingga tahun 2013, banyak komunitas capoera terbentuk dan memiliki banyak anggota.
Namun, semakin ke sini peminatnya berkurang dan tinggal Capoera Alegria saja yang bertahan.
"Dulu kita latihandi Taman Kencana, jadi banyak orang yang bisa lihat dan tertarik. Namun di pertengahan kita pindah latihan di indoor. Makanya kita pindah lagi latihan di tempat terbuka," ujarnya.
Ia menuturkan, meskipun gerakannya seperti menari, tapi tidak menghilangkan unsur bela dirinya, seperti tendangan, pukulan, sikutan hingga akrobatik.
"Gerakan dasarnya namanya Ginga. Jadi gerakannya seperti kuda-kuda namun kaki kanan dan kirinya bergerak secara bergantian. Kalau orang yang baru gabung pasti harus menguasai gerakan dasar itu," tuturnya.
Lalu, ada lagi gerakan khas capoera yakni Au.
Gerakan ini merupakan gerakan akrobatik, dimana pemain capoera bersalto sambil bergerak melingkar.
Ada lagi gerakan handstand, di mana tangan menopang tubuh saat posisi terbalik, dan juga headstand di mana kepala berada di bawah untuk menopang badan.
"Capoera ini lebih diutamakan pada kekuatan otot pinggang dan tangan. Makannya sebelum latihan harus pemanasan dengan benar, jangan asal-asalan," tuturnya.
Selama ini, mereka belajar gerakan capoera secara otodidak dengan melihat dari youtube.
Dalam capoera juga memiliki tingkatan dalam keanggotaannya.
Untuk tingkat pertama anggota belum diberikan sabuk bernama sabuk cordao selama enam bulan.
Jika ingin naik tingkat, anggota harus mengikuti pelantikan bernama batizado, di mana dua anggota berhadapan untuk memperagakan gerakan capoera.
Jika lulus, anggota akan diberi sabuk putih.
Lalu, setelah setahun, akan naik menjadi sabuk kuning, lalu sabuk biru muda.
"Untuk naik ke sabuk biru tua, ada ujian khusus. Gak cuma dilihat dari kemapuan gerakannya, tapi juga dilihat dari loyalitas dia kepada komunitas. Lalu mereka juga dilatih untuk bisa mengajar. Setelah itu naik lagi ke sabuk hijau muda, lalu sabuk hijau tua, sabuk hijau ungu dan terakhir sabuk ungu," terangnya.
Meski hingga kini capoera belum ada turnamen resminya, para anggota komunitas ini tetap bersemangat untuk terus berlatih.
Sebab, karena capoera ini sangat kaya dengan unsur seninya, sehingga banyak orang yang tertarik melihatnya.
Tak jarang komunitas ini sering dipanggil untuk tampil di acara-acara gathering dan lain-lain.
Untuk bergabung di komunitas ini, bisa langsung datang saja ke Taman Ekspresi setiap hari Minggu pukul 09.00 WIB, dan langsung berlatih bersama.