Dua Pengendara Motor Dilempar, Ada Ledakan Hingga Satu Orang Tewas

Saat pulang ketemu kendaran lainnya, diduga mereka melemparkan sesuatu yang belum bisa kita identifikasi tapi menyebabkan ledakan

Tayang:
Editor: Vovo Susatio
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan versi muktamar Jakarta, Djan Faridz di Kantor DPP PPP Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Jumat (12/11/2015) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SLEMAN - Seorang pengendara motor meninggal akibat terkena lemparan benda yang diduga petasan dan menimbulkan ledakan oleh orang tak dikenal.

Penyerangan terjadi saat mereka pulang usai mengikuti Tabligh Akbar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Sleman, Yogyakarta, Minggu (17/04/2016) sore.

Seperti dilaporkan Tribun Jogja, seorang pengendara motor dan pemboncengnya diserang dan dilempar benda yang diduga petasan di Jl Kebonagung Kronggahan, Mlati, Sleman, Minggu (17/4/2016) siang.

Didin, warga Bolawen, Mlati, Sleman waktu itu tengah membonceng Taufan, warga Jaten, Mlati, Sleman.

Didin meninggal dunia di tempat kejadian akibat serangan tersebut, sementara Taufan mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menjelaskan, kejadian berawal saat kedua korban baru selesai mengikuti kegiatan kepartaian di Lapangan Sendangadi Mlati Sleman.

Keduanya hendak pulang ke rumah sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengendarai motor jenis Yamaha RX King.

"Saat pulang ketemu kendaran lainnya, diduga mereka melemparkan sesuatu yang belum bisa kita identifikasi tapi menyebabkan ledakan," jelasnya.

Akibat lemparan tersebut Didin meninggal dunia di TKP dengan luka bakar di bagian dada dan leher.

Taufan yang mengalami luka masih sempat dikejar dan dianiaya oleh orang yang menyeranganya.

Petugas kepolisian yang datang tak lama kemudian kemudian segera membawa Didin yang sudah tidak bernyawa ke RSUP dr Sardjito sementara Taufan yang mengalami luka-luka segera dibawa ke RSA UGM Sleman.

"Korban meninggal mengalami luka terbuka, luka bakar cukup besar di bagian leher dan dada, korban luka mengalami luka di punggung. Yang luka adalah pengendara, yang meninggal adalah yang dibonceng," jelas Sepuh.

Polres Sleman belum bisa memastikan siapa penyerang dua orang tersebut karena masih melakukan penyelidikan, termasuk dengan memeriksa CCTV milik toko yang ada di dekat lokasi kejadian.

"Kami masih mengumpulkan informasi, intinya kami masih melakukan penyelidikan, termasuk mencari CCTV yang mungkin bisa membantu kami melakukan penyelidikan," tambahnya.

Dia meminta masyarakat tenang dan tidak terpancing serta menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved