5 Program Ini Gagal Dilaksanakan di Kota Bogor Tahun 2015
Selisih anggaran atau SILPA yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yakni sekitar Rp 339 miliar.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, ada lima kegiatan yang gagal dilaksanakan pada Tahun 2015.
Lima kegiatan itu adalah pengadaan tanah di Dinas Bina Marga, pengadaan tanah di Dinas Kesehatan dan Wasbangkim.
"Termasuk perbaikan prasarana di enam kecamatan, dan pelayanan angkutan sampah," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (2/5/2016).
Bima menjelaskan , pengadaan tanah di Dinas Bina Marga senilai Rp 37 miliar, terkendala karena harga tanahnya, sedangkan pengadaan tanah di Dinas Kesehatan untuk puskesmas senilai Rp 2,4 miliar gagal karena lahan tersebut merupakan lahan garapan.
"Untuk kegiatan di Wasbangkim berupa Pembangunan Masjid Agung, yang lainnya yaitu pembangunan perbaikan sarana prasarana lingkungan pemukiman di enam kecamatan senilai Rp 14,3 miliar, dan anggaran untuk mendukung kegiatan pelayanan angkutan sampah yang tersisa senilai Rp 3,1 miliar," ujarnya.
Dari lima kegiatan tersebut, kata dia, selisih anggaran atau SILPA yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yakni sekitar Rp 339 miliar.
"Jumlah itu bukan hanya dari kegagalan kegiatan saja, termasuk keberhasilan langkah efisiensi pada beberapa kegiatan yang tersebar di seluruh SKPD,” ujar Bima.
Tak hanya SILPA, kata dia, yang menjadi sorotan DPRD Kota Bogor terkait Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2015, yakni indeks pembangunan manusia (IPM).
Sebab, selain SILPA yang besar, dewan juga menilai adanya penurunan IPM di Kota Bogor.
"Sebenarnya bukan ada penurunan, tapi karena angka yang tertera dalam LKPJ merupakan angka IPM yang telah dihitung melalui metode baru penghitungan IPM, yang berlaku di semua daerah di Indonesia," ujarnya.
Dengan metode baru tersebut, kata dia, rata-rata IPM kota atau kabupaten mengalami penurunan sekitar empat point.
"Itu sebabnya peringkat Kota Bogor di tingkat Jawa Barat, tetap berada di lima besar seperti tahun-tahun sebelumnya," kata dia.
Namun jika diukur menggunakan metode lama, maka pencapaian indikator makro ekonomi Kota Bogor Tahun 2015 mengalami kenaikan dibandingkan Tahun 2014.
"Hal ini berdasarkan angka proyeksi dari setiap indikator makro di Yahun 2015. Sebagai contoh, angka IPM yang berada di angka 77,77 atau naik sekitar 0,70 dibandingkan IPM 2014," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/wali-kota-bima-arya-1_20160321_141231.jpg)