Terungkap, Virus Zika Mampu Menekan Perkembangan Kepala Sejak Janin di Rahim
"Rangkaian gangguam otak janin," kata Bale.
Penulis: Andhika Adikrishna | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Andhika Adikrishna
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Beberapa pekan lalu, Dr. James Bale meneliti gambar pencitraan magnetik (MRI) dari bayi-bayi yang terinfeksi Zika sejak dalam ramim.
Hasilnya, cukup mencengangkan.
Dilansir dari Npr.org, hasil dari pencitraan tersebut menunjukan hal yang jarang dilihat
"Rangkaian gangguam otak janin," kata Bale.
Saat otak janin mulai tumbuh, otak tersebut menciptakan tekanan yang lalu menekan tengkorak dan menyebabkan tengkorak untuk tumbuh.
Tapi jika sesuatu menghentikan pertumbuhan otak, seperti sebuah virus, tekanan pada tengkorak menurun, dan tengkorak dapat menciut ke otak.

AP Photo/Felipe Dana
Bayi Luzia asal Brasil menderita mikrosefali karena diduga terinfeksi virus ZIka yang ditularkan melalui nyamuk.
Kulit di sekitar kepala terus tumbuh, jadi bayi akan terlahir dengan lipayan kulit di bagian belakang leher dengan kepala kecil.
Dalam beberapa kasus, kepala bayi hanya berukuran sekecil buah jeruk, atau hanya setengah dari ukuran bayi sehat.
"Luar biasa apa yang virus Zika lakukan ke otak janin," ucap Bale.
"Banyak bayi yang mati pada masa kecilnya, san kebanyakan akan memiliki masalah perkembangan," tambahnya.
Dalam sebuah penelitian, Alysson Muotri dan tim dari University of California, San Diego, menginfeksikan tikus hamil dengan Zika untuk melihat cara virus tersebut menyerak bayi tikus.
"Kami mendeteksi virus Zika diseluruh tubuh tikus," kata Muotri.
Tapi, Zika tertarik dengan sel otak, jika Zika sudah memasuki sel otak, Zika merubah sel tersebut menjadi pabrik virus yang memproduksi banyak virus, sampai sel tersebut meledak.

Wikimedia Commons via PLOS Biology
"Sel otak meledak, dan partikel virus tersebar dan menyerang sel otak lainnya," ujar Muotri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/virus-zika_20160131_124627.jpg)