Wanita Dikabarkan Wafat saat Shalat Tarawih, Ternyata Ini yang Terjadi Sebenarnya
Wanita yang sedang shalat berjamaah itu ambruk ke depan.
Penulis: Suut Amdani | Editor: Suut Amdani
Sejumlah netizen pun membenarkan kejadian itu hanya pingsan.
Dilansir Siakap Keli, Eksekutif Masjid Jamek Abdullah Sijang, Muhammad Abu Dhiral Burhanuddin, mengatakan perempuan yang pingsan itu berusia sekitar 30-an tahun.
Peristiwa itu terjadi kemarin malam sekitar pukul 9.40 malam waktu setempat.
"Dia yang pingsan kemudian beristirahat sebentar sebelum melanjutkan sholat tarawih seperti biasa. Jemaah lelaki yang berada di depan tidak menyadari kejadian itu karena tidak melihat peristiwa itu," ujar Burhanuddin.
Burhanuddin menyayangkan kabar yang menyebut jemaah perempuan itu wafat.
Dia meminta, masyarakat meluruskan berita itu, karena jemaah perempuan itu hanya pingsan.
"Kami kesal karena klip video itu tersebar dengan berita yang tidak tepat," tambah Burhanuddin.
Tarawih Tercepat
Bulan Ramadhan menjadi momen bagi umat muslim diseluruh penjuru dunia untuk beribadah seperti melaksanakan puasa pada siang hari dan kemudian dilanjutkan shalat tarawih berjamaah dimalam hari.
Di salah satu pondok pesantren di wilayah Blitar memperlihatkan cara mereka melakukan shalat tarawih.
Menariknya, shalat tarwih yang terposting di Youtube ini disebut-sebut sebagai shalat tarawih tercepat di dunia lantaran melaksanakan shalat tarawih hanya dalam waktu 7 menit untuk 23 rokaat.
Shalat tarawih tercepat ini dilakukan oleh para santri di pondok Pesantren Mamba'ul Hikam yang berlokasi di Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Dalam video itu meperlihatkan sejumlah santri sedang melaksanakan shalat sunah tarawih di dalam suatu masjid yang di pimpin oleh pimpinan podok pesantren.
Ribuan warga dari berbagai daerah pun datang untuk melaksanakan shalat Isya kemudian dilanjutkan dengan shalat sunah tarawih di Pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1800-an ini.
Jika dilihat sekilas, memang tidak ada perbedaan di Pondok Pesantren pimpinan KH Dliya'uddin Azzamzami dengan pondok pesantren lainnya.
Yang membedakan ketika melakukan shalat tarawih lantaran terbilang cukup cepat hanya sekitar 7 menit untuk 23 rokaat yang diakhiri shalat witir.