Ziarah Masjid di Bogor
Megahnya Masjid Biru Arsitekturnya Bergaya Maroko
Saat ini masjid ini sering digunakan untuk kegiatan Majelis Dzikir SBY Nurussalam, yang dibentuk oleh SBY.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Soewidia Henaldi
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Menara tinggi megah berwarna biru akan terlihat saat kita melintasi jalan Raya Bogor-Sukabumi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menara tersebut merupakan bagian dari bangunan Masjid Jami Biru Atthohirin yang terletak di kaki Gunung Salak.
Masjid yang sebagian besar cat nya berwarna biru ini sering disebut warga sebagai Masjid Biru SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), mantan Presiden RI.
Pengurus Harian Masjid Jami Biru Atthohirin, R Dimas Permadi mengatakan, masjid ini dikenal dengan Masjid Biru SBY karena kedekatan antara pemilik masjid dengan mantan Presiden SBY.
"Masjid ini diresmikan langsung oleh pak SBY. Dan pemilik masjid, Pak H Harris Thahir kenal dekat dengan pak SBY," katanya kepada TribunnewsBogor.com.
Masjid ini diresmikan pada 1 Ramadhan 2010, dengan lama pembangunan sekitar dua tahun.
Saat ini masjid ini sering digunakan untuk kegiatan Majelis Dzikir SBY Nurussalam, yang dibentuk oleh SBY.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Sehingga tak salah bila masjid ini identik dengan mantan presiden RI itu.
Selain itu, banyak juga orang-orang penting di kalangan pemerintahan yang sering berkunjung ke masjid ini.
Kemegahan masjid ini mengadopsi gaya masjid-masjid di Maroko.
Sesuai dengan namanya, masjid yang dibangung di atas tanah seluas sekitar 1,5 hektar ini didominasi cat warna biru.
Lantainya berlapis marmer dan terbagi menjadi dua tingkat, dimana di tingkat atasnya dibuat melingkari bangunan.
Lampu hiasnya terlihat mewah menggantung di langit-langit.
Karpetnya juga khusus didatangkan langsung dari Makkah.
"Saat diangkut ke sini menggunakan kontainer, yang ngankat juga banyak, soalnya berat banget," tuturnya.

TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Dilihat dari luar, masjid ini tampak megah dengan dua tower besar di depannya.
Kapasitas jamaah yang bisa ditampung di masjid ini sekitar 1.750 sampai 2.000 orang.
Ada satu kubah besar dan beberapa di sekelilingnya kubah berukuran lebih kecil.
Ada pula bedug berukuran besar di samping kiri masjid.
Selama puasa, masjid ini selalu diisi dengan rutinitas keagamaan, diantaranya tausiyah saat ba'da Subuh dan ba'da Magrib.
Kegiatan tadarus juga sering dilakukan selama bulan ramadhan ini.
Bila waktu berbuka, pengelola masjid akan menyediakan takjil untuk warga yang singgah di masjid saat maghrib tiba.
"Di sini juga terima tempat untuk pesantren kilat, biasanya sekolah-sekolah. Kita punya aula namanya Gedung Graha Hajah Siti Hindun yang bisa dipakai untuk kegiatan Sanlat. Mereka juga bisa kalau ingin meminta uztad dari kami untuk mengisi materi," tuturnya.
Selain itu, ada pula fasilitas pendidikan yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan juga Tempat Pengajian Anak (TPA).(*)
Lihat videonya :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/masjid-biru_20160615_094648.jpg)