6 Anak di Dunia dengan Ukuran Tubuh Fantastis, Arya Permana Hampir Jadi yang Terberat

Di negara berkembang, jumlah anak kelebihan berat badan meningkat dua kali lipat menjadi 15,5 juta pada tahun 2015

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Ardhi Sanjaya
KOMPAS.com/Reni Susanti
Arya Permana (10) penderita severe obesity ditangani 13 dokter spesialis RSHS. Berat badan normal Arya kurang dari 50 kg, namun saat ini beratnya mencapai 189,5 kg. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Masyarakat Indonesia kini tengah dihebohkan dengan berita soal Arya Permana, bocah 10 tahun yang memiliki berat badan fantastis.

Anak lelaki ini mengalami obesitas dan diklaim sebagai anak terberat di dunia.

Seperti dikutip dari Kompas.com, jumlah anak yang mengalami kelebihan berat badan meningkat hingga 10 juta di seluruh dunia.

Di negara berkembang, jumlah anak kelebihan berat badan meningkat dua kali lipat menjadi 15,5 juta pada tahun 2015 dari 7,5 juta pada tahun 1990.

Menurut Komisi WHO untuk program Ending Childhood Obesity (ECHO), hal tersebut didorong oleh urbanisasi dan globalisasi.

"Kegemukan dan obesitas berdampak pada kualitas kehidupan anak, karena ke depannya anak bisa menghadapi berbagai hambatan, seperti konsekuensi psikologis dan kesehatan fisik," kata Sania Nishtar, ECHO co-chair, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Kita tahu bahwa obesitas dapat berdampak pada pencapaian pendidikan. Dikombinasikan dengan kemungkinan bahwa anak akan tetap mengalami obesitas sampai dewasa, kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan dan konsekuensi ekonomi, bagi diri mereka keluarga mereka, dan masyarakat secara keseluruhan.”

Konsumsi makanan yang tidak sehat dan minuman tinggi gula adalah faktor utama dalam peningkatan jumlah anak yang kelebihan berat badan dan obesitas, terutama di negara berkembang, kata WHO.

Hampir setengah dari anak-anak balita yang kelebihan berat badan dan obesitas tinggal di Asia dan 25 persen di Afrika, di mana jumlah anak yang kelebihan berat badan hampir dua kali lipat menjadi 10,3 juta pada tahun lalu, dari jumlah 5,4 juta pada tahun 1990.

WHO mengatakan, Libia, Mesir, Maroko, Aljazair , Tunisia dan Botswana memiliki persentase tertinggi anak-anak kelebihan berat badan di antara negara-negara Afrika.

Bahaya dari obesitas pada anak sebenarnya tak berbeda dengan kegemukan pada orang dewasa.

Mereka beresiko mengalami diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan juga kematian prematur.

Kabar baiknya, anak yang obesitas bisa mendapatkan terapi untuk menurunkan berat badannya.

Dikutip dari Tribun Pontianak, ada enam anak dengan berat badan yang luar biasa.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved