Truk Hantam Kerumunan Tewaskan 73 Orang di Perancis, Saat Diperiksa Isinya Mengejutkan

belum ada kelompok radikal yang mengaku mendalangi tragedi tersebut

Tayang:
Penulis: Bima Chakti Firmansyah | Editor: Bima Chakti Firmansyah
AFP/Getty
Dalam foto ini terlihat truk putih yang menabrak kerumunan orang di pesisir kota Nice, Perancis. Kaca depan truk itu penuh lubang yang diakibatkan tembakan polisi dalam upaya untuk menghentikan laju truk tersebut. 

Bastille Day merupakan perayaan Hari Nasional Perancis yang dirayakan tiap tanggal 14 Juli.

Acara itu berlangsung meriah dengan menampilkan parade militer Perancis, tank, dan jet tempur yang bermanuver di Jalan Champs–Elysees.

Pesta ini biasanya berakhir dengan pesta kembang api meriah di atas Menara Eiffel serta kota-kota di seluruh negeri.

Aparat pemerintah setempat, Sebastian Humbert, mengatakan, polisi memutuskan menembak sopir karena serangan itu dianggap sebagai sebuah serangan kriminal besar.

Temukan Banyak Senjata Api di Dalam Truk Maut


VALERY HACHE / AFP
Garis polisi dibentangkan di sekitar Promenade des Anglais, Nice usai tragedi truk menabrak kerumunan orang di pantai, Kamis (14/7/2016), sementara jasad para korban belum seluruhnya diangkut ke rumah sakit.

Di dalam truk yang menabrak kerumunan orang di Promenade des Anglais tersebut, Polisi Perancis menemukan senjata api dan berbagai jenis senjata lainnya.

"Ada pistol dan senjata api yang lebih besar, tetapi saya tak bisa menjelaskan lebih rinci, itu tugas kejaksaan," kata Christian Etrosi, presiden kawasan Provence-Alpes-Cote d'Azur, tempat Nice berada.

Sejauh ini, korban tewas dalam tragedi tersebut sudah mencapai 77 orang dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit, 42 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Tragedi ini terjadi delapan bulan setelah sekelompok orang bersenjata melakukan serangan terkoordinasi di beberapa titik di kota Paris pada November tahun lalu dan menewaskan 130 orang.

Pemerintah setempat mengatakan, pengemudi truk tewas ditembak polisi dan membantah rumor yang mengatakan bahwa terjadi penyanderaan menyusul tragedi tersebut.

Meski belum ada kelompok radikal yang mengaku mendalangi tragedi tersebut, pemerintah Perancis memastikan bahwa kasus ini akan ditangani unit anti-terorisme.(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved