'Dipulangkan' ke IPB, Profesor Muladno Akan Mengabdi di Sekolah Peternakan Rakyat

Meski demikian, dirinya sudah mulai mengemasi barang-barangnya di kantor lama.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Tribunnewsbogor.com/Vivi Febrianti
Mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Prof Muladno (kiri) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penggagas Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Muladno disambut kembali di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB).

Penyambutan itu dilakukan setelah jabatannya sebagai Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian resmi berakhir pada tanggal 12 Juli 2016 lalu.

"Saya diangkat jadi dirjen itu tanggal 1 Juni 2015 dan berakhir 12 juli 2016 berdasarkan Keputusan Presiden," katanya saat bincang-bincang bersama wartawan di Kampus IPB Baranangsiang, Senin (18/7/2016).

Namun kata dia, hingga saat ini dirinya belum mengetahui apa yang menjadi alasan dirinya diberhentikan dari jabatannya tersebut.

"Saya belum tahu Kepres-nya, saya hanya diperlihatkan petikannya, tapi dokumen tanda tangan Pak Jokowi-nya sampai saat ini belum saya terima," katanya dengan wajah lesu.

Meski demikian, dirinya sudah mulai mengemasi barang-barangnya di kantor lama.

"Sambil beres-beres kantor di Jakarta, sekarang saya sudah mulai aktif lagi di kampus," ujarnya.

Saat resmi kembali ke kampus, dirinya ingin kembali mengajar dan mengabdi di SPR IPB.

"Kalau selama jadi Dirjen kan saya mengajar di Sentra Peternakan Rakyat, bukan sekolahnya, nah sekarang ingin fokus lagi ke sekolahnya supaya tahun depan sudah rapi," jelasnya.


Tribunnewsbogor.com/Vivi Febrianti

Dirinya yakin, dengan mengembangkan SPR di berbagai tempat, Indonesia akan bisa mencukupi kebutuhan daging di dalam negeri.

"Saya sangat yakin ini akan sukses, tapi pelan-pelan," tambahnya.

Ia juga menjelaskan roh dari SPR itu sedniri adalah revolusi mental dari yang tadinya beternak sambilan kemudian jadi fokus.

"Yang tadinya jual sekenanya sekarang ada planing, tadinya beternak sendiri sekarang berjamaah dan keuntungannya juga berjamaah," kata dia.

Untuk saat ini, ada 55 SPR yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia.

"Sebanyak 65 persen sapi sisanya kerbau, itik, kambing," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved