Sensasi Perkebunan Teh dan 'Sambalado' di Gunung Kencana Puncak
Gunung Kencana ini memang belum begitu familiar dan belum menjadi objek wista utama warga bila bepergian ke Puncak.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Disarankan anda menggunakan sepeda motor, atau mobil khusus medan berat seperti mobil offroad.
Tidak direkomendasikan menggunakan mobil city car atau mobil yang biasa digunakan di jalan halus, karena kondisi jalan berbatu dan menanjak.
Di sepanjang perjalanan, anda akan disuguhi pemandangan hamparan perkebunan teh.

Gugusan bukit dan gunung juga akan menyegarkan mata anda sepanjang perjalanan.
Catatan, lebih enak perjalanan dilakukan pada pagi hari karena pemandangan akan terlebih terlihat jelas, dan udara pun masih segar.
Di sepanjang perjalanan, anda bisa berhenti sejenak untuk istirahat atau sekedar berfoto, karena ada beberapa titik untuk berfoto yang menarik.
Tak terasa sekitar 45 menit mencicipi jalan berbatu, anda akan tiba di sebuah perkampungan warga bernama Kampung Lahan Cadangan.
Di sana, anda bisa menitipkan kendaraaan di rumah warga dengan tarif Rp 5 ribu per motor.
Lalu, kalau ingin menginap biayanya Rp 10 ribu.
Kalau lupa membawa perbekalan seperti minum dan makanan ringan, anda membelinya di warung kelontong yang ada di perkampungan warga itu.
Jarak dari perkampungan menuju pintu masuk pendakian Gunung Kencana tidak begitu jauh.
Spanduk bertuliskan Selamat Datang di Wisata Alam Gunung Kencana akan menyambut anda di pintu masuk.
Anda cukup membayar Rp 10 ribu saja untuk menaiki Gunung Kencana Ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gunung-kencana_20160807_130935.jpg)