Ditahan di Bandara Amerika Serikat, Shah Rukh Khan Usir Kekecewaan dengan Main Game Pokemon Go

Saat itu, Khan menyampaikan perasaan jengkelnya karena harus ditahan cukup lama di bandara.

Tayang:
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Twitter/@iamsrk
Shah Ruk Khan Habiskan waktu dengan main Pokemon GO 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Beberapa orang kerap mengalami kejadian menyebalkan di sebuah bandara.

Apalagi ketika berkunjung ke negara lain.

Ternyata hal itu tidak hanya dirasakan oleh warga biasa, melainkan oleh artis dunia, Shah Ruk Khan.

Bintang Hollywood yang wajahnya sudah tidak asing itu ditahan oleh otoritas Amerika Serikat di Bandara Internasional Los Angeles.

Hal itu dicuitkan Khan, sapaan akrabnya, di akun Twitternya @iamsrk, Kamis (11/8/2016).

Saat itu, Khan menyampaikan perasaan jengkelnya karena harus ditahan cukup lama di bandara.

"Saya sepenuhnya memahami dan menghormati setiap sistem keamanan di dunia, tapi harus ditahan di imigrasi AS benar-benar menyebalkan," cuitnya.

Tidak dijelaskan alasannya mengapa pria berusia 50 tahun itu sampai harus ditahan di bandara.

Namun, cuitannya itu mengundang kemarahan para pengikut akun Twitter miliknya, yang pernah mengalami perlakuan yang sama saat mengunjungi AS.

Bahkan akun Twitter pejabat imigrasi AS, Asisten Sekretaris Departemen Luar Negeri AS urusan Asia Selatan dan Tengah Nisha Biswal meminta maaf kepada Khan.

"Maaf untuk kerumitan di bandara, @iamsrk - bahkan diplomat Amerika bisa ditarik untuk skrining ekstra!," kata @NishaBiswal.

Duta besar India di AS, Rich Verma juga menyampaikan permohonan maafnya.

"Maaf untuk masalah di LAX @iamsrk. Kami memastikan hal itu tidak terjadi lagi. Pekerjaan Anda menginspirasi jutaan orang, termasuk di AS , " tulis @USAmbIndoa di Twitter.

Khan pun membalas keduanya dengan mengatakan kalau hal itu tidak jadi masalah baginya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved