Breaking News

Rupanya Gobak Sodor Bukan Asli Indonesia, Nama Permainan Ini Tercipta Karena Sulit Diucapkan

Permainan ini cukup familier ketika dimainkan oleh anak-anak kelahiran 1990-an.

Tayang:
Editor: Ardhi Sanjaya
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
DOLANAN JADOEL - Anak-anak bermain mainan tradisional (jadul) Engkle dalam Surabaya Urban Culture Festival (SUCF) 2015 di Jl Tunjungan, Minggu (7/6). Acara yang memasuki tahun ketiga itu menampilkan berbagai permainan tradisional diantaranya: gobak sodor, balap karung, lompat tali, engkle, balap bakiak, dakonan, terompah panjang dan egrang. Acara juga dimeriahkan aneka kuliner dan tari salsa massal. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Nah, tugas si penjaga adalah menjaga pintu, jangan sampai si penyerang dengan mudah melewati garis.

Caranya, ia cukup menangkap atau memegang si penyerang.

Seru kan?

Sayangnya, permainan ini kurang familier di kalangan remaja sekarang.

Satu alasannya, permainan ini butuh tempat yang agak luas sekitar 6x15 meter.

Padahal, lahan sekarang sudah banyak disulap menjadi rumah.

Hal inilah yang membuat permainan Gobak Sodor jarang dimainkan.

Selain itu, Gobak Sodor juga membutuhkan jumlah pemain yang gak sedikit.

Setidaknya Gobak Sodor butuh 6-10 anak serta dibagi menjadi dua tim.

Permainan ini punya banyak manfaat lho guys, di antaranya melatih kerjasama dan mengasah kemampuan otak untuk mencari strategi yang tepat.

Selain itu, membuat badanmu sehat dengan meningkatkan kekuatan tubuh dan ketangkasan.

Laporan Wartawan Tribuntravel.com, Novita Shinta

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved