Menelisik Pelayanan Plus Wanita Berpakaian Seksi di Kamar Mandi
Satu wanita berparas manis jadi pilihan diantaran banyaknya wanita yang ada.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Soewidia Henaldi
Ada sebuah bar dengan tempat duduk bervariasi di ruangan ini.
Diujung ruangan, ada kolam berukuran cukup besar.
Kolam ini terbagi menjadi tiga, hangat, panas dan super dingin.
Untuk relaksasi, air hangat di kolam ini sangatlah cocok.
Baru saja membasahi tubuh, wanita pilihan tadi menyapa dari arah belakang.
"Boleh ikutan gak ? Aku juga pengen mandi nih," candanya sambil melepas baju piyama yang dikenakannya.
Alamak...jantung Sanjay berdetak cepat.
Tubuh langsing dengan kulit tak terlalu putih itu tampil dengan balutan bikini.
"Yu dari mana kok bisa mampir kesini ?;" tanyanya menjadi awal perbincangan.
Pertanyaan itu berlanjut pada candaan dan lelucon tentang berbagai hal.
"Aku mah dari Sukabumi, banyak teman juga yang kerja disini, ada yang Garut, Subang, banyak deh," katanya
Awalnya belum jelas berapa lama tamu diizinkan untuk berendam di kolam itu.
Wanita itu memperkenalkan diri dengan nama Leona.
Entahlah itu nama asli atau bohongan.
Tak perduli, pikir Sanjay saat itu.
"Kita berendam cuma 30 menit, satu jamnya di kamar deh," jelasnya.
30 menit berlalu begitu cepat.
Wanita berusia 20 tahun ini bangun dan memberi handuk.
"Kamu bilas dulu yah, nanti ketemu di loker," katanya.
Kamar bilas ada di dekat kolam ini.
Pelayan mengantarkan handuk kering, celana pendek warna cokelat dan piyama yang juga berwarna sama.
Tak sampai lima menit, gadis ramah ini sudah menghampiri.
Tamu diajak ke ruangan berbeda di lantai yang sama.
"Mana gelang kamu beb, " pintanya saat melewati sebuah meja yang dijaga satu orang wanita.
Sebuah lorong dengan sejumlah pintu di dingdingnya jadi pemandangan ketika berjalan menuju kamar yang dimaksud.
Lorong ini mirip sekali dengan pemandangan di hotel.
Sampailah di sebuah kamar.
Ruangannya tidak besar, sekitar lima meter.
Cukup untuk satu ranjang.
Tak ada televisi atau benda elektronik lainnya.
Di Kamar ini juga tersedia sebuah kamar mandi dengan dinding kaca.
Leona membilas tubuhnya di sana.
Sambil membersihkan tubuh Sanjay Leona melontarkan beberapa pertanyaan.
Diantaranya soal pembayaran dan pembagian hasil.
Satu orang tamu dikenakan tarif Rp 1.260.000, wow !
Itu sudah termasuk semuanya.
"Aku dikasih Rp 450 ribu sama mami, mami paling kebagian Rp 500 ribu, aku juga kan gak ngekos aku tinggal sama yang lain di mess," kata gadis asal Sukabumi, Jawa Barat itu.
Sisanya untuk membayar fasilitas lain.
Kurang lebih satu jam wanita ini menemani di kamar.
Satu jam berlalu, Leona bersiap kembali ke sofa panjang.
"Aku minta tips yah beb, terserah kamu mau isi voucher ini atau kasih cash," katanya.
Di voucher itu tertera nominal mulai dari Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta.
Setelah urusan administrasi selesai, melangkah ke lantai dua.
Disana, ada ruangan lain yang keriuhannya sudah terdengar dari luar.
Dua wanita yang mengenakan pakaian minim tampak asyik menari di tengah pengunjung.
Tiang berwarna emas jadi pegangan dua wanita ini.
Pengunjung duduk di meja berbentuk bulat di sekelilingnya.
Tentunya, harga yang dibandrol untuk menikmati minuman sambil melihat gadis itu menari berbeda.
Tarif mahal untuk setiap fasilitas di gedung ini, bisa dibilang sebanding.
Nah...penasaran kan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/psk_warta-kota_20151021_151601.jpg)