Breaking News:

Satgas Indonesia Pintar Awasi Penyebaran KIP, Biar Tidak Dipakai Buat Kampanye

Jangan sampai ada yang memanfaatkan program ini sebagai alat kampanye.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Satgas Indonesia Pintar dideklarasikan untuk mengawal penyebaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kota Bogor, Sabtu (20/8/2016). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mendeklarasikan Satgas Indonesia Pintar (SIP).

Deklarasi digelar di Taman Ekspresi, Kota Bogor, Sabtu (20/8/2016).

Acara yang diadakan sejak pagi itu mensosialisasikan tentang penyebaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sudah dikeluarkan pada tahun ajaran
baru.

Ketua Satgas Indonesia Pintar Yanti Yulianti mengatakan SIP akan mengawal penyebaran KIP apakah sudah tepat atau belum.

"Nanti kita akan kawal, seperti di Bogor tadi Wali Kota bilang anak anak di Bogor yang berhak akan dijamin mendapatkan Kartu Indonesia Pintar, jadi kita akan kawal terus" ujarnya

Yanti menambahkan bukan hanya siswa yang sudah bersekolah namun bagi anak anak yang putus sekolah dan anak anak yang harusnya sekolah tapi tahun ini tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya pun akan diadvokasi agar mendapat KIP

Dalam acara yang juga di hadiri oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Edgar Suratman, Dirjendikdasmen,
Perwakilan Kementerian Pendiikan dan Kebudayaan, Perwakilan Kementerian Sosial, Kepala Sekolah se Kota Bogor dan pelajar.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Hamid Muhamad mengatakan, bahwa
penyebaran Kartu Indonesia Pintar sudah berjalan 97 persen.

"Dari laporan sudah 97 persen kartu dibagikan dan disebarkan, tapi kita akan terus turun kebawah dan memonitor bagaimana dilapangan," ujar
Hamid.

Hamid menambahkan menjelang pemilihan kepala daerah jangan sampai ada yang memanfaatkan program ini dengan menahan kartu untuk
digunakan sebagai alat kampanye.

"Kartu ini sudah di sebarkan, InsyaAllah hingga tanggal 31 Agustus, jangan sampai ini dijadikan alat untuk kampanye dengan menahan kartu Indonesia Pintar, maka itu kita himbau kepada Lurah dan Camat untuk langsung menyalurkan," jelasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved