Breaking News:

Begini Cara Mudah Pencegahan Penyakit Leptospirosis

Jika diagnosa dan penanganannya terlambat, dalam waktu dua minggu penyakit tersebut sudah bisa mengakibatkan gagal ginjal.

Youtube
Leptospirosis 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Penyakit leptospirosis, atau infeksi akibat kencing tikus ternyata penyebarannya ke manusia bisa melalui berbagai cara.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS PMI Bogor, dr Nur Rusyda Sp.PD, penyakit leptospirosis bisa menular melalui Bisa melalui kulit yang terbuka atau terluka.

"Juga dari makanan yang terkontaminasi, atau yang tingkat higienisnya kurang, misalnya tidak mencuci tangan sebelum makan," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (6/9/2016).

Untuk penangannnya, kata dia, pada dasarnya penatalaksanaannya hampir sama dengan penyakit demam berdarah (DBD).

"Jadi penanganan yang utamanya yakni kebutuhan cairannya harus dicukupi, jadi pasiennya harus kondisinya cairan tubuhnya harus cukup seperti pasien-pasien DBD," jelasnya.

Untuk itu, tambahkan, jika pasien mulai mulai mengalami demam, muntah-muntah, kemudian lemah sampai tensinya turun kemudian harus segera dibawa ke rumah sakit.


TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RS PMI Bogor, dr Nur Rusyda Sp.PD

"Yang penting harus ditangani dengan cepat, harus didiagnosis dengan lebih teliti lagi, kurang lebih hampir sama dengan DBD," katanya.

Ia mengatakan, pasien yang terkena leptuspirosis akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, pemeriksaan darah, dan serulogi yang lebih spesifik lagi untuk penyakit leptuspirosis.

"Jadi kalau misal DBD kan ada anti dengue, nah leptuspirosis juga ada, tapi memang tidak semua center bisa melakukannya, sebab hanya ada di RS yang lebiratotiumnya sudah lama, misalnya di RS PMI," jelasnya.

Jika diagnosa dan penanganannya terlambat, dalam waktu dua minggu penyakit tersebut sudah bisa mengakibatkan gagal ginjal.

"Sangat cepat memang, tapi itu tergantung tipenya, ada yang berat dan ada yang tidak," ujarnya.

Nah, untuk mencegah penyakit tersebut, kata dia, yakni salah satunya dengan cara menerapkan pola hidup sehat dan sanitasi yang baik.

"Bersihkan lingkungan dari munculnya tikus yang nantinya bisa buang air di mana saja, kemudian biasakan selalu cuci tangan setelah melakukan hal apapun," pungkasnya.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Bima Chakti Firmansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved