Info KRL

Tarif KRL Commuter Line Naik Oktober Nanti, Seperti Ini Reaksi Penumpang

Sedangkan 10 km berikutnya berlaku kelipatan, yaitu Rp 2.000 tarif dan Rp 2.500 tarif sesudah

Tarif KRL Commuter Line Naik Oktober Nanti, Seperti Ini Reaksi Penumpang
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Ilustrasi-Commuter Line di Stasiun Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line akan naik per Oktober 2016 nanti.

Berdasarkan spanduk pengumuman yang dipasang di Stasiun Bogor, kenaikan tarif KRL Commuter Line Rp 1.000.

Di spanduk itu juga dituliskan, 1-25 km pertama tarif sebelumnya Rp 5.000 tarif sesudah Rp 6.250 dan yang ditanggung pemerintah Rp 3.250, sehingga tarif yang dibayar penumpang Rp 3.000 sehingga ada penyesuaian tarif Rp 1.000.

Sedangkan 10 km berikutnya berlaku kelipatan, yaitu Rp 2.000 tarif dan Rp 2.500 tarif sesudah.

Untuk tarif yang ditanggung pemerintah Rp 1.500 sehingga beban tarif yang harus dibayar penumpang hanya Rp 1.000.

Menanggapi rencana PT KAI menaikkan tarif Commuter Line sejumlah penumpang mengatakan, kenaikan tarif Commuter Line harus dibarengi perbaikan fasilitas.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

"Setuju saja sih, tapi bagaimana sampai sekarang kereta masih suka telat-telat, sebaiknya pelayanan juga ditingkatkan dong," ujar Nisrina (28) salah satu penumpang Commuter Line kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (20/9/2016).

Hal senada dikatakan Dadan (24) penumpang lainnya.

Menurutnya, masih harus banyak perbaikan fasilitas di Stasiun Bogor untuk penumpang.

"Lihat saja, tempat duduk penumpang saja minim, belum lagi kalau pas telat kita berdesakan di dalam gerbong, atau kereta ketahan karena ada kereta jarak jauh," katanya.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved