Selamat Ulang Tahun Pak JO, Hashtag #JakobOetama85 Jadi Trending Pertama di Twitter
Nampak netizen memberikan selamat kepada Jakob Oetama dalam berbagai cuitan.
Penulis: Bima Chakti Firmansyah | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Itu karena Bapak adalah sosok Un Monsieur.
Lain waktu, Bapak memesona kami dalam wacana politik tinggi.
Adakah “Jalan Ketiga” ketika kapitalisme, lebih-lebih komunisme, tak bisa menghadirkan kesejahteraan bagi umat manusia.
Bapak juga mengingatkan, agar politik tak jatuh dalam perpolitikan, meski politisi memang terkenal ulet, meresapi betul, bahwa “Politics is the Art of the Possible”.
Etos kerja
Di luar politik yang menyita perhatian, Bapak tak lupa mengajari kami tentang etos kerja, mengingatkan kami bahwa“Laborare est Orare”. Bekerja itu juga berdoa/beribadah.
Kata Bapak, kami masih boleh terus bermain karena kami mewarisi gen homo ludens, mahluk bermain.
Tetapi jati diri karyawan janganlah dilupakan, karena manusia adalah homo faber, mahluk bekerja.
Bapak ingatkan, makin rajin kita bekerja, makin tinggilah harkat kita sebagai manusia. Apalagi, faktanya, setelah Adam turun dari surga, keturunannya hanya bisa survive melalui kerja keras.
Bapak juga mengingatkan, bahwa bekerja itu bersama, dalam tim, memunculkan sinergi, di mana 2+2 taklagi 4, tetapi 16.
Cita-cita dan tujuan bersama seharusnyalah mengalahkan Jalousie d’Amitie, cemburu antar teman.
Terhadapprimus interpares, para pemimpin muda setelah Bapak, legitimasi hanya bisa muncul jika ada kinerja bagus.
Bahkan ini pun belum cukup, karena pemimpin dihormati pertama-tama bukan karena kepintarannya, tetapi karena kepeduliannya.
Di sinilah Bapak mengajari konsep“Ngewongke”, menghargai orang.
Masih selalu terbayang, betapa bungahnya rekan saat Bapak memujinya dan mengatakan“You boleh.”
Sikap hidup
Namun, saat Bapak berulang-tahun ke-85, yang kami ingat bukan saja ujaran Bapak tentang pers dan politik, atau juga manajemen, tetapi juga pesan akan sikap hidup.