Buruknya Pembangunan Rusun, Ahok Marah Besar: Dirusak Sama Otak yang Cuma Mau Nyolong !

Bukan karena kekurangan dana, namun menurutnya semuanya karena akal-akalan kontraktor.

Penulis: Tania Natalin Simanjuntak | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Youtube (capture)
Ahok marah besar karena pembangunan rusun yang buruk 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Tania Natalin

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pembangunan rumah susun (rusun) yang digalakkan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama rasanya selalu ada saja hambatannya.

Mulai dari pencarian lahan, meyakinkan orang-orang untuk pindah, hingga penggusuran penduduk jadi isu teranyar selama ini.

Dan kini, masalah yang dihadapi pemerintah Jakarta seakan terus bertambah.

Masalah ini bahkan sampai membuat Basuki naik pitam.

Basuki atau Ahok juga sudah menganggap hal ini sangat keterlaluan, dan ingin melaporkan masalah ini ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Sebuah video yang diunggah LawanLUPA pada 21 September 2016 lalu ini adalah buktinya.

Video itu dibuat oleh Dinas Kominfomas Provinsi DKI Jakarta dalam rapat pimpinan arahan gubernur perihal rumah susun.

Video berdurasi hampir 19 menit ini dengan jelas memperlihatkan bagaimana Ahok terang-terangan ingin mencopot semua kontraktor, konsultan, hingga pengawas yang ikut membangun rusun-rusun di Jakarta.

Di dalam video, Ahok memperlihatkan bukti bahwa sebuah rusun di Jakarta punya kualitas bangunan yang sangat jelek.

Bukan karena kekurangan dana, namun menurutnya semuanya karena akal-akalan kontraktor.

Ahok memperlihatkan kepada hadirin kualitas coran bangunan yang tidak kokoh, coran tersebut bisa bergoyang dengan hanya didorong menggunakan tangan.

"Tuh liat tuh...bapak yakin kalau bangunannya kayak gini mau diterusin? Bapak takut gak liat bangunan kayak gitu? Gimana bisa konsultan bisa meluluskan?"

Semua hadirin kaget ketika mereka juga melihat coran tangga yang bercampur sampah dan botol plastik.

Lebih parah, bangunan yang baru berumur 1 tahun itu ternyata sudah bocor dimana-mana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved