Wanita Ini Keseringan Mencabut Rambutnya Hingga Botak, Inilah yang Terjadi Saat Hari Pernikahannya

Namun Ruth harus menghadapi kenyataan bahwa ia terkena sindrom trichotillomania.

Tayang:
Penulis: Tania Natalin Simanjuntak | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Good Housekeeping
Ruth Sweet 

Dengan keadaan depresi, ia menghadapinya dengan menarik dan mencabuti rambutnya.

Alhasil, sebagian besar rambutnya rontok dan ia mengalami kebotakan.

Dilansir dari Daily Mail, ia merasa tersiksa saat mengalami sindrom itu.

"Aku menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari rambut yang enak untuk ditarik dan ketika aku menariknya, aku merasa aman dan nyaman, seperti ada selimut hangat menyelubungiku," ujarnya.

Wanita berumur 25 tahun ini pun mengalami kebotakan di tengah-tengah kepalanya.

"Rata-rata wanita mempunyai 150.000 helai rambut di kepalanya. Dan aku mencabut banyak rambut setiap harinya selama bertahun-tahun," tambahnya lagi.

"Aku tak akan berhenti mencari rambut yang benar. Aku sampai lupa makan dan melakukan hal lain," tambahnya lagi.

Dan hari pernikahannya pun semakin dekat.

Ruth berkali-kali harus mencari rumah sakit dimana ia harus mengobati rambutnya.

Namun berkali-kali pula ia ditolak oleh rumah sakit.

Akhirnya, ada satu tempat dimana ia diberikan Intralace, yaitu rambut buatan yang bisa melapisi kulit kepala.

Biaya yang harus ia keluarkan adalah sekitar 1500 poundsterling atau kira-kira 24 juta rupiah.

Ruth pun bisa tampil cantik di hari pernikahannya.

Ia pun berjanji pada dirinya sendiri untuk memperbaiki kebiasaannya dalam mencabut-cabut rambut.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved