Breaking News

Pabriknya Ludes Dilalap Api, Pemilik Pindahkan Mobil Dalam Kondisi Terbakar

pemilik pabrik yang diketahui bernama Ramdani atau Bram itu memberhentikan kendaraannya di dekat rumah warga.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAHSAREAL - Sebuah pabrik limbah konveksi dan gudang karet ban di Kampung Perempatan RT 3/2 Kelurahan Kayu Manis, Kecamatan Tanahsareal ludes dilalap si Jago Merah, Senin (24/10/2016).

Akibat kebakaran tersebut satu unit mobil jenis pick up ikut hangus terbakar.

Pasalnya saat kejadian mobil tersebut sedang mengangkut bahan limbah.

"Tadi mobil pick up isi limbah konveksi lagi di parkir, karena angin cukup kencang, api langsung nyamber ke mobil," ujar Saepudin pegawai pabrik limbah konveksi.

Karena panik, pemilik pabrik pun naik ke dalam mobil yang sudah dalam kondisi terbakar dan memindahkannya ke tempat yang aman.

Dalam kondisi melaju, rupanya mobil tersebut sudah diselimuti api.

Lantas, pemilik pabrik yang diketahui bernama Ramdani atau Bram itu memberhentikan kendaraannya di dekat rumah warga.

"Itu saya lihat mobil udah kebakar besar, tapi masih dijalankan sama pak Bram, karena enggak kuat kali, langsung parkir dekat rumah saya, saya kan panik takut meledak,"ujar Romauli warga yang tinggal di sebelah pabrik.

Kepulan asap hitam dan bau hangus pun ikut menyelimuti kawasan tersebut.

Para pekerja pun berlarian memindahkan limbah konveksi yang ada di atas mobil untuk diturunkan.

Karena jika tidak dikhawatirkan mobil akan meledak.

"Asap sudah hitam enggak keliatan jalan, bau juga bikin sesak, terus Pak Bram sama anak buahnya cepat cepat nurunin barang takut meledak kali mobilnya, tapi api terus besar, warga juga ngambil air dengan alat seadanya," ujar Romauli.

Saat ini api pun berhasil dipadamkan oleh Pemadam Kebakaran Kota Bogor.

Akibat kejadian ini kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

"Tadi warga, anggota polisi, Tagana sama BPBD ikut bantuin. pas Damkar datang api langsung padam sekitar pukul 16.00 WIB, kalau rugi kayanya ratusan juta karena harga mesin penggiling aja sudah ratusan juta," ujar Saepudin.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved