Budayawan Bogor Akui Lawang Salapan Mirip Bangunan Yunani Kuno

tulisan berbahasa sunda yang diketahui merupakan semboyan Kota Bogor di bagian atas Tepas Lawang Salapan

Tayang:
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Lawang Salapan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Tepas Lawang Salapan yang berdiri bersampingan dengan Tugu Kujang sekilas memang  tampak mirip dengan bangunan pilar di zaman Yunani Kuno.

Hal tersebut pun diakui oleh Ace Sumanta, Budayawan Kota Bogor.

Ace mengungankapkan desain awal yang dirancang terkesan seperti bangunan bergaya Yunani kuno.

"Iya awalnya itu rancangan desainnya dari kementrian PU terlihat mirip dengan bangunan di Yunani, nah kemudian kami para budayawan Kota Bogor mengusulkan agar desain tepas tersebut tidak seutuhnya mirip bangunan Yunani," ujar Ace saat dihubungi TribunnewsBogor.com, (11/11/2016).

Ace beserta budayawan lainnya meminta agar dimasukan unsur budaya sunda pada rancangan desain Tepas Lawang Salapan.

"Kami budayawan ikut berperan dalam pembangunan Tepas tersebut dengan memberikan sejumlah masukan, usulan atau masukan dari kami memang tidak semua diterima karena kalau semuanya diterima nanti bangunan tersebut bisa tidak jadi dibangun," kata Ace.

Adanya tulisan berbahasa sunda yang diketahui merupakan semboyan Kota Bogor di bagian atas Tepas Lawang Salapan tersebut merupakan hasil masukan dari para budayawan.

Baca juga : Ini Tujuan Dibangunnya Lawang Salapan, Erat dengan Akar Kota Bogor Sebagai Kota Pusaka

"'Kan ada tulisan 'Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari Seja Ayeuna Sampeureun Jaga', terus di bagian bawah tiangnya juga ada unsur daun bunga teratai yang melambangkan nusantara, itu hasil masukan dari para budayawan," ujar Ace.

Ace pun menjelaskan bahwa bangunan tersebut memiliki lawang salapan atau bukaan yang terbentuk oleh sepuluh tiang.

"Salapan Lawang berasal dari ciri khas konstruksi bangunan yang memiliki sembilan bukaan, yang terbentuk oleh sepuluh tiang, Bukaan atau lawang itu melambangkan pintu yang menegaskan ciri-ciri asali Bogor, bersifat terbuka dan banyak memiliki tempat dengan toponimi mengandung kata “lawang”," katanya.

Menurut Ace, Lawang Salapan adalah monumen yang memuat falsafah, nilai budaya, unsur kesejarahan dan ekspresi yang erat dengan akar Kota Bogor sebagai Kota Pusaka.

"Kesepuluh tiang besar terinspirasi konsep jajaran tiang yang mampu menghadirkan kesan monumental dan megah khas sebuah kota bersejarah yang pernah menjadi pusat kekuasaan, termasuk Pakuan Pajajaran maupun Buitenzorg yang kini dikenal sebagai Kota Bogor," ujarnya.(*)

------------------

Ikuti Berita Terkini Bogor !

Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com

Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor

Instagram: @tribunbogor

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved