Jurus Jitu Supaya Atap Rumah Tidak Bocor Saat Hujan Deras
Selain supaya tidak merusak perabot serta material lainnya, kebocoran mesti secepatnya ditangkal agar tidak berefek domino ke bagian rumah yang lain.
Bocor adalah salah satu ancaman yang paling nyata.
Ada beberapa jenis atap yang biasa dipakai untuk menutup rumah; polikarbonat, asbes, genteng, beton, beberapa juga ada yang memakai kaca.
Menurut penjabaran Mukti, pecahnya asbes atau genteng, retaknya atap beton, bisa menjadi penyebab utama kebocoran dalam rumah.
Kebocoran juga bisa disebabkan oleh kesalahan pada konstruksi atap—terutama soal kemiringan, kondisi alam, pemilihan material yang semakin diperparah dengan cara memasang yang salah.
Genteng yang dipasang asal-asalan pun bisa menjadi penyebab kebocoran.
Rongga yang dihasilkan karena pemasangan yang tidak rapi dan tidak sesuai aturan memudahkan air masuk ke dalam rumah.
Asbes yang miring kurang dari 10º atau tidak sesuai dengan anjuran akan menyebabkan masalah.
Kadang yang paling fatal adalah beton.
Belum genap 28 hari dicor, ia sudah diberi beban yang berlebih.
Praktis, ini akan membuatnya lebih cepat retak dan mudah ditembus air.
Sebab lain yang juga harus diperhatikan adalah usia material yang digunakan sebagai atap.
“Jangan pernah berpikir bahwa bahan-bahan yang kita gunakan tidak mempunyai batas kadaluarsa. Seng, asbes, dan bahan atap yang lain, semakin tua dia akan semakin rapuh. Lama-kelamaan akan retak dan menyebabkan kebocoran,” ujar Julian Palapa, seorang arsitek yang tinggal di Jakarta.
Material dan sudut kemiringan
Idealnya, atap rumah dari genteng harus memiliki sudut kemiringan tak kurang dari 30º, sehingga air dapat mengalir dengan lancar.
Jikapun ada toleransi, umunya adalah kurang dari 40º.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/ilustrasi-rumah_20160301_143425.jpg)