Warga Bogor Timur Ingin Berpisah dari Kabupaten Bogor, Ini Alasannya

Menurut warga, wilayah Bogor Timur menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup tinggi untuk Kabupaten Bogor.

Tayang:
Penulis: Damanhuri | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Warga Bogor Timur bertemu dengan anggota DPRD Kabupaten Bogor terkait rencana pemekaran Bogor Timur 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Puluhan warga yang tergabung dalam Presidium Bogor Timur ramai-ramai mendatangi gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin (5/12/2016).

Pasalnya, warga yang bermukim di tujuh kecamatan itu ingin memisahkan diri dari Kabupaten Bogor.

Wilayah Bogor Timur meliputi tujuh kecamatan yakni Kecamatan Citeureup, Klapanunggal, Gunungputri, Cileungsi, Jonggol, Cariu, dan Tanjungsari.

Kordinator Presidium Bogor Timur, Jaya Abidin mengatakan, rencana pemekaran Bogor timur menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) sudah direncanakan sejak lama.

Menurutnya, kedatangnnya bersama puluhan warga ini untuk meminta kepastian dari DPRD Kabupaten Bogor agar wilayah Bogor Timur dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor.

"Tadi sudah kami komunikasikan, katanya akan dibahas pada bulan Januari 2017. Makannya, kami akan kawal terus," kata Jaya usai berdialog dengan anggota dewan di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Senin (5/12/2016).

Menurutnya, wilayah Bogor Timur menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup tinggi untuk Kabupaten Bogor.

Namun, pembangunan di wilayahnya itu masih belum merata hingga saat ini.

"Pemekaran Bogor Timur ini sudah sangat mendesak untuk percepatan pembangunan," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi mengatakan, akan menampung aspirasi warga bogor timur tersebut.

Menurutnya, wilayah Bogor Timur ini akan menjadi wilayah persiapan perencanaan pemekaran yang akan masuk dalam RPJMD yang dibahas pada awal Januari nanti.

"Kami dukung, tapi tidak mengenyampingkan pemekaran Bogor Barat. Karena kalau Bogor Barat tinggal tunggu rencana peraturan pemerintah (RPP) saja," tandasnya.

----------------

Ikuti Berita Terkini Bogor !

Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com

Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor

Instagram: @tribunbogor

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved