Terbongkar Penyebab Mantan Polisi Tewas di Dalam Lapas, Brigadir AKS Sempat Mogok Makan 3 Hari

Brigadir AKS ditemukan tak bernyawa di sel khusus Lapas Kelas IIA Palangka Raya pada Sabtu (30/5/2026). Belakangan terkuak penyebab kematiannya.

Tayang:
Editor: khairunnisa
Tribunnews.com/Kompas.com/Tribun Medan
TEWAS DI LAPAS - Kolase foto Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto yang ditemukan tak bernyawa di sel khusus Lapas Kelas IIA Palangka Raya pada Sabtu (30/5/2026). Belakangan terkuak penyebab kematiannya. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya terungkap penyebab kematian Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto (AKS).

Diwartakan sebelumnya, AKS ditemukan tak bernyawa di sel khusus Lapas Kelas IIA Palangka Raya pada Sabtu (30/5/2026). 

Otopsi langsung dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara sesaat usai kematian mantan anggota kepolisian tersebut. 

Hasil otopsi mengungkap narapidana kasus polisi tembak warga itu meninggal dunia akibat gagal jantung

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Kalteng, I Putu Murdiana, mengonfirmasi kabar tersebut. 

Putu menyebutkan bahwa dari pemeriksaan luar dan dalam, tim forensik tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh AKS. 

“Dari informasi hasil otopsi yang kami terima, penyebab kematiannya adalah gagal jantung dan tidak ada tanda-tanda kekerasan sebagai penyebab kematian,” kata Putu saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (2/6/2026). 

Terkait dengan musabab gagal jantung itu apakah dipengaruhi oleh adanya riwayat penyakit bawaan atau kontaminasi zat-zat tertentu di dalam tubuh, Putu menyebut hal itu masih didalami lebih lanjut di laboratorium forensik. 

“Keterangan yang kami terima adalah gagal jantung, lebih spesifik lagi masih dalam proses di laboratorium,” ujarnya. 

Putu mengungkapkan, Anton Kurniawan Stiyanto ternyata sempat menolak menyentuh makanan yang disediakan petugas sebelum akhirnya ditemukan tewas. 

Meski demikian, pihak Lapas diklaim telah berupaya maksimal memberikan perawatan dan memenuhi kebutuhan dasar setiap warga binaan, termasuk kepada almarhum Anton. 

“Sebelumnya dari Lapas, yang bersangkutan memang tidak mau makan. Tapi tetap diberikan, sekitar dua-tiga hari tidak makan,” ucap dia. 

Putu menambahkan, petugas Lapas tetap menjalankan prosedur penyediaan logistik secara rutin dan berkala sesuai aturan yang berlaku. 

Namun, korban tetap enggan menyentuh makanan yang telah disediakan petugas di dalam kamarnya. 

“Penyediaan kebutuhan dasar tetap diserahkan, hanya pada saat itu, makanan diserahkan ke dalam terus yang bersangkutan tidak langsung makan. Tetapi setelah makanan itu masuk, pintu dikunci kembali biasanya warga binaan akan makan sendiri,” jelasnya. 

Baca juga: Misteri Eks Polisi Vonis Seumur Hidup Tewas Telungkup di Sel Isolasi, Sempat Titip Pesan Soal Anak

Isu Jasad Korban Ditemukan Tanpa Busana 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved