Demo Depan Balaikota, Mahasiswa Bawa Spanduk Bertuliskan 'Bima-Usmar Gagal'
enam skala prioritas Kota Bogor yang paling bermasalah adalah mengenai penataan transportasi.
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Soewidia Henaldi
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Puluhan mahasiswa yang tergabung dari Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Bogor melakukan aksi demontrasi di depan Balaikota Bogor, Kamis (22/12/2016).
Puluhan mahasiswa HMI-MPO meminta Pemerintah Kota Bogor segera menuntaskan enam skala prioritas yang sudah diusung Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.
Enam skala prioritas tersebut diantaranya penataan transportasi dan angkutan masal, pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL), kebersihan, penanggulangan kemiskinan, transformasi budaya dan reformasi birokrasi, dan pedestrian taman kota
Koordinator Lapangan (Korlap) HMI-MPO, Raden Rizki mengatakan, sejak kota bogor dipimpin oleh Bima dan Usmar hingga saat ini belum ada perubahan yang signifikan terhadap apa yang menjadi keinginan masyarakat sesuai dengan harapannya.
"Kota Bogor kini menjadi kota yang disoroti oleh publik, yang kita tahu bahwa Kota Bogor menjadi kota termacet ke dua di dunia, dan ini adalah sebuah prestasi buruk kepemimpinan Bima dan Usmar. Kita semua ingat apa yang menjadi visi dan misi kepemimpinan Bima dan Usmar yang terangkum dalam enam skala prioritas," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.
Menurutnya, dari enam skala prioritas Kota Bogor yang paling bermasalah adalah mengenai penataan transportasi.
"Jumlah kendaraan dan jalur transportasi yang baik akan memudahkan segala bentuk distribusi dan akses menuju suatu tempat yang akan dituju. Namun nyatanya di Kota Bogor transportasi menjadi masalah terbesar yang sampai saat ini belum mampu di selesaikan," ujarnya.

TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Rizki menjelaskan bahwa Bima dan Usmar telah merealisasikan program sistem satu arah (SSA) yang diterapkan sebagai solusi menanggulangi kemacetan.
Namun menurutnya hal itu justru memperburuk keadaan Kota Bogor yang semakin macet.
"Kota Bogor sudah berupaya mengurangi kemacetan dengan dilakukan jalur SSA, namun kenyataannya masih tetap macet, bahkan memperparah keadaan yang semakin macet," jelasnya.
Kendati demikian, Rizki beserta puluhan mahasiswa HMI-MPO lainnya berharap pemkot Bogor segera menyelesaikan masalah penataan transportasi dan permasalahan lainnya yang ada di Kota Bogor.
"Masih banyak masalah lain yang harus menjadi evaluasi pemerintahan Bima dan Usmar. Kami harap mereka memenuhi janjinya, sehingga masyarakat merasakan perubahan di Kota Bogor," pungkasnya.(*)
----------------------
Ikuti Berita Terkini Bogor !
Like Fanpage: TRIBUNnewsBogor.com
Follow Twitter: @TRIBUNnewsBogor
Instagram: @tribunbogor