Gas 3 Kilo Langka di Kota Bogor, Pedagang Terancam Tak Bisa Berjualan
pedagang batagor ini mengaku hampir tidak pergi berdagang setelah merasakan sulitnya mencari gas melon di sejumlah warung-warung di Kota Bogor
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Warga Bogor tampaknya mulai merasakan dampak dari langkanya gas elpiji tiga kilogram atau gas melon.
Seperti halnya yang dirasakan seorang pedagang batagor, di Taman Heulang, Kota Bogor satu ini.
Badru jaman (40), seorang pedagang batagor ini mengaku hampir tidak pergi berdagang setelah merasakan sulitnya mencari gas melon di sejumlah warung-warung di Kota Bogor.
"Saya tinggal di daerah Pondok Rumput, saya cari gas elpiji tiga kilogram susah banget, hampir ga jualan saya karena susah cari gas," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (8/3/2017).
Lanjut dia mengatakan, bahwa dirinya baru mendapatkan gas melon setelah mencarinya selama berjam-jam.
"Saya cari dari pagi dapatnya sore, harus muter-muter dulu, saya dapatnya di sekitar Warung Jambu, di Pangkalan Gas," ungkapnya.
Tidak hanya pedagang batagor saja yang merasakan sulitnya mendapatkan gas melon, melainkan warga Kelurahan Ciluar, Arief Nurdin pun merasakan hal yang sama dengan Badru.
Bahkan Arief harus mencari gas melon tersebut hingga ke daerah Cibinong, Kabupaten Bogor.
"Saya nyari gas dari Cibinong ke Kota Bogor pada habis. Udah nyari ke pom bensin sama ke pangkalan di sepanjang jalan dari Pomad ke Jambu dua pada gak ada. Kalau pun ada juga dibatasi cuma boleh beli satu aja," singkatnya yang juga pedagang kaki lima di Kawasan Cibinong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gas-3-kilo_20170308_204434.jpg)