Disperindag Temukan Restoran Pakai Gas 3 Kilogram
Kepala Dinas Diaperindag Kota Bogor Achsin Prasetyo, mengatakan pihaknya mendapatkan pengaduan dari masyarakat
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Soewidia Henaldi
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor menemukan belasan tabung tiga kilogram digunakan oleh restoran
Belasan tabung ukuran tiga kilogram atau gas melon yang digunakan oleh restoran di Jalan Pandu Raya, Kota Bogor ditukar dengan tabung berukuran lima kilogram.
Kepala Dinas Diaperindag Kota Bogor Achsin Prasetyo, mengatakan pihaknya mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait sulitnya gas tiga kilo.
"Saat ini kita memfokuskan untuk memantau peredarannya, kita sisir daerah Bogor Utara, Tadi kita memeriksa beberapa restoran yang di sinyalir menggunakan gas tiga kilo gram di Jalan Pandu Raya," ujarnya.
Achsin menambahkan dalam inspeksi mendadak tersebut pihaknya membawa belasan tabung tiga kilogram dari sejumlah resto.
"Tadi ada yang pakai dua ada yang pakai tiga, jadi tiga tabung gas melon ditukar dengan satu tabug gas lima kilogram," katanya.
Achsin mengatakan bahwa pengusaha restoran sering kali menyampaikan alasan klasik.
Biasanya pemilik restoran mengaku tidak mengetahui peruntukan tabung tersebut.
"Kalau penghasilan di atas Rp 300 juta pertahun dan asetnya ada Rp 50 juta itu harus pakai gas 5 kilo ke atas, dan mereka pengusaha resto biasanya alasan klasik, tapi kan sebenarnya mereka pakai gas tiga kilogram untuk menekan ongkos oprasional, jadi lebih untung," ucapnya.
Pihaknya pun nanti akan melakukan peninjauan kepada agen yang menjual gas tiga kilo agar tidak menjualnya kepada pengusaha besar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gas-3-kilogram_20170310_154235.jpg)