Mengharukan, yang Dilakukan Tukang Kopi Ini 'Menjagal' Lulusan Sarjana

Saat menjajakan kopi dagangannya ria memodifikasi motornya seperti sebuah warung kopi keliling.

Tayang:
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Facebook
Ryan penjual kopi keliling 

'Siang hari, ia bekerja sebagai pelayan toko minimarket di daerah Serpong. Selepas kerja, ia pulang ke kontrakan menemui istri dan satu anaknya yg masih kecil. Sebentar beristirahat, sekitar jam 10 malam ia sudah siap bekerja lagi, bukan sebagai pelayan tapi sebagai pemilik usaha. Usaha dagang kopi dan minuman keliling. Sampai kira-kira jam 2 pagi ia berjualan, lalu pulang ketika anak dan istrinya sudah terlelap. Begitulah rutinitias yg dijalaninya setiap hari'.

Postingan yang diunggah pada juli 2015 itu pun hingga Senin, (13/3/2017) ini sudah dibagikan oleh 1500 pengguna facebook.

Seorang netizen pengguna akun facebook Eko Kuntadhi menuliskan 'Sehabis membaca kisah ini, kok aku merasa dijagal juga ya...'

Alois menceritakan bahwa Ryan yang pekerjaan aslinya sebagai penjaga Toko ini tidak henti-hentinya berusaha dan bekerja keras untuk menafkahi anak dan istrinya.

Dirinya yakin dengan semnagat dan kerja keras dalam beberapa tahun ke depan kehidupan anak dan istrinya bisa berubah lebih baik.

Usai menjaga Toko Ryan pun berdagang kopi pada malam hingga dini hari.

Berikut Kutipan Kisah yang dibagikan oleh pengguna Akun Facebook, Alois Wisnuhardana.

Siang hari, ia bekerja sebagai pelayan toko minimarket di daerah Serpong. Selepas kerja, ia pulang ke kontrakan menemui istri dan satu anaknya yg masih kecil. Sebentar beristirahat, sekitar jam 10 malam ia sudah siap bekerja lagi, bukan sebagai pelayan tapi sebagai pemilik usaha. Usaha dagang kopi dan minuman keliling. Sampai kira-kira jam 2 pagi ia berjualan, lalu pulang ketika anak dan istrinya sudah terlelap. Begitulah rutinitias yg dijalaninya setiap hari.

Buset, gigih amat anak muda ini, gumam saya dalam hati. Teman saya mencandainya, jangan-jangan ia bekerja sedemikian keras buat membiayai istri simpanannya. Ia kontan menjawab, "Duit kali Pak, disimpan-simpan. Istri bukan disimpan-simpan. Lagi pula, kalau nggak ada ijin istri, punya istri lagi dilarang Allah itu Pak." Demikian katanya.

Lalu, berceritalah dia bahwa semua yg dijalaninya itu demi untuk mengubah nasib dan hidupnya, dan demi menata masa depan anaknya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved