Mobil Damkar Legendaris Milik Kota Bogor, Semprotannya Lebih Juara Dibanding Mobil Sekarang
Mobil yang terkenal dengan sebutan kosong lima itu pun memiliki semprotan dan tekanan air yang sangat kuat.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TANAH SAREAL - Berwarna merah dengan bemper mirip mulut buaya, mobil ini pernah menjadi andalan petugas Pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Bogor.
Mobil Damkar Isuzu buatan Jepang ini dinilai memiliki kemampuan yang mempuni untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran.
Pada bagian kabin sopir, mobil ini tidak memiliki atap.
Namun meski demikian kemampuan mobil ini tidak bisa diremehkan.
"Sebelum saya masuk sebagai petugas damkar pada tahun 80-an mobil ini sudah ada, kalau perkiraan saya mobil ini sudah ada sejak tahun 75, dan ini dipakai hingga tahun 2000-an," ujar Kasie Pemberdayaan Masyarakat Dan Pelatihan Damkar Kota Bogor Endang Sutardi, Kamis (23/3/2017).
Mobil yang terkenal dengan sebutan kosong lima itu pun memiliki semprotan dan tekanan air yang sangat kuat.
Bahkan mobil tersebut berhasil memadamkan api saat terjadi kebakaran di Internusa Bogor (sekarang Rumah Sakit Siloam dan Matahari Keboen Raya) dan Pasar Anyar.
"Kalau soal kekuatan semprotan mobil ini masih juara dibanding mobil saat ini, dulu saat kebakaran besar di Internusa dan di Pasar Anyar semprotannya bisa sampai lantai atas," tuturya.
Bukan hanya itu, saat ada pelatihan untuk menghadang aksi huru hara, mobil ini seringkali diperbantukan untuk demo penanganan huru hara.
Selain semprotannya yang kuat, mobil dengan kapasitas air 4000 liter itu pun bisa meyemprot sambil melaju.
"Kalau dulu ada latihan gabungan mobil ini dipakai untuk latihan karena bisa berfungsi sebagai water canon, menyemprokat air sambil berjalan," ujarnya.
Endang menambahkan mobil yang kini diparkir di pos Damkar Cibuluh itu pun sering kali dipakai saat upacara peringatan 17 Agustus.
"Pas pembacaan teks proklamasi kan seringkali ditandai dengan bunyi serine, kalau upacara di Sempur mobil ini suka dipakai, karena suara serinenya kuat dan nyaring," ucapnya.
Namun meski demikian mobil tersebut memiliki kekurangan.
Karena stir mobil yang belum power steering membuat pegemudi kesulitan saat berbelok.
"Kalau mobil dulu kan berat tidak seperti mobil sekarang, kalau mau belok itu harus pakai tenaga, kadang juga suka tekor kalau belok," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/mobil-pemadam-kebakaran_20170323_210654.jpg)