Mahasiswa Peternakan di 4 Universitas Negeri Dapat Kandang Closed House Baru
Keempat universitas itu dipilih karena dianggap memiliki konsistensi dalam pengembangan perunggasan nasional.
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) meluncurkan program baru untuk memajukan dunia pendidikan.
Hari ini, Senin (15/5/2017), PT. CPI meluncurkan program berupa pemberian fasilitas kandang sistem closed house untuk beberapa universitas di Indonesia.
Presiden Direktur PT CPI Thomas Effendy mengatakan, fasilitas yang diberikan tersebut bertujuan mendukung secara aktif kegiatan budi daya unggas di lingkungan universitas.
"Harapan kami, fasilitas ini bisa menghadirkan inovasi baru. Seperti feedback berupa masukan baru dari segi pengetahuan," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor,com saat acara Launching Teaching Farm di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
Kandang broiler sistem closed house tersebut diberikan kepada empat universitas, yakni Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanudin, serta Universitas Soedirman.
Keempat universitas itu dipilih karena dianggap memiliki konsistensi dalam pengembangan perunggasan nasional.
Program hibah PT CPI itu juga bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), Dewan Riset Nasional, serta Kementerian Pertanian.
Program ini bertujuan untukmenciptakan sumber daya manusia berkualitas, melalui pendidikan yang mumpuni.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita MP, mengatakan, bahwa program ini adalah langkah penting untuk menciptakan persaingan global.
Dia juga menilai bahwa pemberian fasilitas ini dapat menciptakan akselerasi dalam pendidikan.
"Ini bisa mempercepat transfer ilmu pengetahuan dari perusahaan ke universitas, maupun sebaliknya. Hingga pengetahuan itu dapat diimplementasikan," kata dia.
Ia juga meminta agar PT CPI bisa memperluas jangkauan dedikasinya hingga ke daerah pelosok.
Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Ristekdikti, Jumain Appe juga menilai program ini menjadi momen peningkatan kualitas pendidikan, terutama kaitannya dengan sektor ekonomi.
"Ini mendukung baik untuk Nawa Cita, serta keinginan presiden untuk menjadikan Perguruan Tinggi sebagai penggerak roda perekonomian," ujarnya.
Dia menambahkan, semua inovasi, perlu bisa bermanfaat bagi pembangunan ekonomi. Dengan demikian, maka tingkat kesejahteraan pun akan meningkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pokphand_20170515_233502.jpg)