Ini Langkah Polres Bogor Dalam Mengamankan Arus Mudik di Puncak
Operasi Ramadaniya 2017 dari Polri adalah operasi bentuk kemanusiaan untuk ketertiban, keamanan, dan kelancaran mudik.
Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG -- Operasi Ramadaniya 2017 dari Polri adalah operasi bentuk kemanusiaan untuk ketertiban, keamanan, dan kelancaran mudik.
Demikian yang diungkapkan oleh Kapolres Bogor, Akbp A.M Dicky ketika ditemui TribunnewsBogor.com di Pos Polisi Gadog, Puncak Bogor, Jumat (23/6/2017).
Ia pun menjelaskan beberapa hal terkait pelaksanaan dari operasi ini oleh pihak Polres Bogor di Jalur Puncak.
- Menebar personel ke Jalur Puncak
Operasi Ramadania 2017 sendiri menurut Dicky sudah diberlakukan sejak 19 juni dan bakal berlangsung hingga 4 juli 2017.
Kepolisian sudah membuat 22 pos yang terdiri dari 20 pos pengamanan, 1 pos pelayanan dan 1 pos utama.
Jumlahnya sendiri berjumlah 1900 personel ditambah 1300 stockholder dari TNI, Polri, Pramuka, PMI, Dishub, Satpol-PP dan Badan Penanggulangan Bencana (BPD) belum termasuk beberapa ormas.
- Menertibkan truk yang mencoba masuk puncak
Seperti yang diimbau oleh Kementrian Perhubungan, 7 hari sebelum-sesudah lebaran truk pasir dilarang masuk Puncak, sementara truk lainnya dilarang masuk Puncak 4 hari sebelum dan sesudah lebaran.
Maka dari itu, pihak kepolisian bakal menindak truk-truk yang masuk ke Puncak sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
- Memasang rambu dan menyiapkan rekayasa lalu lintas.
Dicky menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah memasang rambu-rambu dan menyiapkan rekayasa lalu lintas.
"Iya, termasuk rambu-rambu dan rekayasa lalu lintas sudah kita siapkan," ujar Dicky kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (23/6/2017).
- Mengerahkan personel di malam takbiran dibantu sejumlah ormas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kapolres-bogor_20170623_201500.jpg)