Atasi Hama Padi, Mahasiswa IPB Ciptakan Perangkap Keong Sawah

Salah satu kompetisi yang diadakan ialah Kompetisi Karya Ilmiah Mahasiswa dengan tema utama "Scalable Impact".

Tayang:
Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
Pixabay
Keong Sawah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) meraih gelar Inovasi Terbaik dalam Forum Inovasi & Teknologi (FIT) dan Konferensi Nasional Inovasi dan Technopreneurship (KNIT) yang digelar beberapa waktu lalu.

Konferensi dan Pameran Tahunan diselenggarakan oleh Yayasan Inotek dan didukung penuh oleh The Lemelson Foundation yang berbasis di Portland, Oregon, Amerika Serikat.

Salah satu kompetisi yang diadakan ialah Kompetisi Karya Ilmiah Mahasiswa dengan tema utama "Scalable Impact".

Tergabung dalam sebuah tim, dua orang mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) yaitu M. Ari Purnama Adji dan Amir Machmud menggagas ide perangkap hama keong untuk persawahan padi di Indonesia.

Gagasan alat pengusir hama keong memang dibutuhkan oleh petani.

Siaran pers Humas IPB yang diterima TribunnewsBogor.com, dijelaskan populasi keong sawah yang melimpah tentunya akan membuat proses produksi padi sawah tidak optimal.

"Hama ini dapat memakan tanaman-tanaman padi muda sehingga tanaman tersebut tidak menghasilkan bulir padi seperti normalnya apabila tidak dikendalikan," ujar M Ari Purnama.

Ditambah lagi reproduksi keong terbilang massif karena satu ekor induk keong bisa menghasilkan telur sebanyak 300.

Selama ini katanya, petani mengatasi masalah tersebut masih dengan secara manual dengan tangan dan tentunya kurang efektif.

Alat ini dipabrikasi di laboratorium manufacturing, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB), Fateta IPB.

Proses pembuatan alat memakan waktu satu minggu.

Alat tersebut dipamerkan dalam forum dan mendapat perhatian dari para partisipan yang datang.

"Kompetisi ini dapat membuka wawasan saya mengenai teknologi tepat guna," ujarnya.

Berinovasi dan bermanfaat bagi orang lain khususnya petani, itulah yang menjadi semangatnya dan tim sehingga mengantar mereka mendapat inovasi terbaik.

Lomba inovasi ini memiliki beberapa tahap pelaksanaan mulai dari seleksi desain rancangan alur hingga final yang dilaksanakan di gedung IPB International Convention Center, Bogor.

Selama babak final, M Ari Purnama Adji dan tim berkompetisi melawan sembilan finalis lainnya dari berbagai perguruan tinggi.

Adapun penilaian yang dihadapi berupa presentasi dan pameran alat teknologi mereka.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved