Pengurus Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal : Ini Masjid Milik Umat Islam, Tak Ada yang Ekslusif

Tengku Muhammad Ali mengatakan terkait akan dibekukannya IMB masjid tersebut pihaknya belum bisa berkomentar banyak.

Tayang:
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Yudhi Maulana Aditama
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pengurus Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal berdiskusi dengan para jamaah dan pekerja renovasi masjid 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Pembangunan Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal di Jalan Kolonel Ahmad Syam, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara mendapat penolakan dari sejumlah orang.

Menanggapi hal tersebut Pemkot Bogor pun mengambil langkah akan membekukan IMB Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal.

Bahkan Satpol PP Kota Bogor pun sempat mendatangi masjid tersebut untuk memberi imbauan agar tidak ada aktivitas pembangunan selama proses pembekuan tersebut.

Namun karena tidak ada pihak masjid, Satpol PP pun hanyamenemui para pekerja yang sedang membangun kontruksi bangunan masjid.

Mendapati adanya peristiwa itu, pihak pengurus DKM masjid Imam Ahmad Bin Hanbal pun langsung mendatangi lokasi.

Saat ditemui di lokasi, pengurus DKM yang baru saja tiba itu pun memberikan komentarnya.

Baca: Tuntut Bima Arya Cabut Izin Masjid Imam Ahmad bin Hambal, Massa Aksi Bersawalat di Balaikota Bogor

Pengurus DKM Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal, Tengku Muhammad Ali mengatakan terkait akan dibekukannya IMB masjid tersebut pihaknya belum bisa berkomentar banyak.

"Tentang pembekuan kita belum bisa bersikap apapun karena belum ada surat apapun yang disampaikan kepada masjid ini, jadi kita belum tau apakah ini di bekukan atau tidak,"katanya.

Pihaknya juga mengaku belum mengetahui informasi terkait adanya proses pembekuan IMB masjid tersebut.

Karena menurutnya pengurus DKM belum menerima adanya surat resmi terkait proses pembekuan.

Baca: Pemkot Bogor Diminta Cabut Izin IMB Renovasi Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal, Ini Tanggapan Bima Arya

"Semua ada aturan ada prosedur, saya baru datang kesini saya belum dengar dan belum ketemu, belum ada lapor, belum ada yang bicara, kalau di suruh di hentikan, kita lihat dulu suratnya baru kita komentari," katanya.

Muhamad Ali menyampaikan bahwa progres pembangunan masjid masih baru tahap menggali.

Namun saat ditanyakan mengenai langkah yang akan diambil oleh pihak masjid jika ada proses pembekuan, pihaknya juga enggan berkomentar.

Baca: Ini Penjelasan Pihak Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal Soal Protes Warga Terkait Pembangunan Masjid

"Saya katakan kita belum bisa mengatakan apa-apa karena kita belum bisa, tentulah ini negara hukum kita taat hukum, kita imbau semua agar tidak ada kericuhan dan keributan," katanya

Sementara itu mengenai adanya tudingan tentang masjid Imam Ahmad Bin Hanbal sebagai masjid yang tertutup dan ekslusif pengurus masjid pun membantahnya.

Pihaknya mengatakan bahwa tidak ada masjid yang ekslusif.

"Selama belum dapat surat ya kita belum bisa berkomentar, tapi lihat saja ini sudah ada IMB nya, ya jadi kita taat hukum. Ini masjid milik umat islam, milik kita semua, semua boleh salat, boleh belajar di sini, semua boleh d isini. Jadi yang tidak ke masjid, yang tidak mau shalat, tidak mau ngaji itu yang ekslusif, yang enggak mau itikaf di masjid itu yang ekslusif, masjid itu rumah Allah tidak ada masjid yang ekslusif. Semua boleh masuk boleh shalat," ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved